IHSG Sesi I Ditutup Menguat dan Bertahan di Level 6.500

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat di akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin, 22 Januari 2018, dengan kenaikan 0,32 persen atau 20,73 poin ke level 6.511,63.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.484,12-6.524,18. Sebanyak 191 saham menguat, 127 saham melemah, dan 253 saham stagnan dari 571 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT United Tractors Tbk (UNTR), yang masing-masing naik 1,96 persen dan 3,48 persen, menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG di akhir sesi I.

    Baca juga: Awasi Dampak Shutdown AS, IHSG Diprediksi Terus Menguat

    Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan dorongan utama sektor tambang (+2,66 persen) dan pertanian (+0,98 persen). Adapun empat sektor lain bergerak di zona negatif, dipimpin sektor aneka industri yang melemah 0,72 persen.

    Saham ADRO (+6,88 persen), ITMG (+8,85 persen), PTBA (+4,49 persen), dan BUMI (+4,86 persen) menjadi pendorong utama penguatan sektor tambang pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Berikut ini rincian 10 emiten pendorong utama IHSG siang ini.

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:

    HMSP +1,96 persen

    UNTR +3,48 persen

    ADRO +6,88 persen

    ITMG +8,47 persen

    PGAS +3,83 persen

    Berdasarkan persentase:

    LCKM +24,79 persen

    TIRA +15,18 persen

    LEAD +13,33 persen

    MBSS +12,93 persen

    UNIT +11,57 persen

    Baca juga: Shutdown Amerika, IHSG Diprediksi Bakal Bertahan di Zona Hijau

    PT MNC Sekuritas menilai kondisi pasar dalam negeri mendukung untuk kenaikan IHSG, tapi investor masih perlu mewaspadai kondisi-kondisi global yang dapat mengakibatkan capital outflow.

    Head of Institution Research MNC Sekuritas Thendra Crisnanda berpendapat kondisi ekonomi Indonesia sedang berada di persimpangan, dipengaruhi faktor dari luar dan dalam negeri.

    "IHSG terus mencatatkan rekor terbaru, tapi investor perlu mencermati capital outflow investor asing di Bursa Indonesia, serta pengetatan moneter global," ujar Thendra, melalui keterangan resmi hari ini.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.