Rupiah Melemah Tipis di Tengah Naiknya Harga Minyak Dunia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjukan mata uang rupiah yang baru di luncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 19 Desember 2016. Untuk pecahan kertas, mulai dari Rp 100.000 (gambar utama Ir Soekarno dan Moh. Hatta), Rp 50.000 (gambar utama Ir. H. Djuanda Kartawidjaya). TEMPO/Subekti

    Warga menunjukan mata uang rupiah yang baru di luncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 19 Desember 2016. Untuk pecahan kertas, mulai dari Rp 100.000 (gambar utama Ir Soekarno dan Moh. Hatta), Rp 50.000 (gambar utama Ir. H. Djuanda Kartawidjaya). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah hari ini melemah tipis sebesar tiga poin menjadi Rp13.335 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.332 per dolar Amerika Serikat (AS).

    Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pergerakan mata uang rupiah relatif bergerak stabil di tengah data ekonomi nasional yang terbaru mencatatkan hasil positif serta bertahannya tren penguatan harga komoditas minyak mentah dunia.

    "Nilai tukar rupiah melemah tipis namun masih stabil, data ekonomi nasional yang positif akan menjaga fluktuasi mata uang domestik," kata Reza di Jakarta, Selasa 16 Januari 2018.

    Simak: Dolar dan Sejumlah Mata Uang Asia Melemah, Rupiah Terdepresiasi

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2017 surplus sebesar 11,84 miliar dolar AS, naik dibandingkan surplus pada 2016 yang sebesar 9,53 miliar dolar AS.

    Sementara itu terpantau, harga minyak mentah jenis West Texas Intermmediate atau WTI Crude pada Selasa (16/1) Selasa pagi berada di posisi 64,54 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 70,02 dolar AS per barel.

    Ia menambahkan bahwa sentimen dari Bank Indonesia yang memperkirakan inflasi Januari 2018 akan sebesar 0,6 persen lebih rendah dari historis periode sama tahun sebelumnya juga tampaknya akan direspon positif oleh pelaku pasar uang.

    Sementara itu,ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan bahwa ruang rupiah menguat diperkirakan masih terbuka pada hari ini setelah rilis data neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus.

    "Kenaikan harga komoditas menjadi motor penggerak kenaikan surplus neraca perdagangan Indonesia selama dua tahun terakhir," kata Ahmad Mikhail.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.