Kementerian PUPR Akan Buat Program Padat Karya Infrastruktur di 12 Kabupaten

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian PUPR melakukan pengembangan infrastruktur dasar dengan menerapkan metode berbasis kewilayahan atau Wilayah Pengembangan Strategis (WPS).

    Kementerian PUPR melakukan pengembangan infrastruktur dasar dengan menerapkan metode berbasis kewilayahan atau Wilayah Pengembangan Strategis (WPS).

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera melaksanakan pembangunan proyek infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) yang bersifat padat karya. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso mengatakan program IBM berbasis padat karya ini akan mulai terlaksana pada minggu ketiga Januari 2018.

    "Kementerian PUPR akan melaksanakan start up pelaksanaan proyek padat karya ini di 12 kabupaten yang tersebar di sepuluh provinsi," kata Imam dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Kamis, 4 Januari 2018.

    Baca: Cuaca Ekstrim Hingga Maret 2018, Ini Antisipasi Kementerian PUPR 

    Adapun 12 kabupaten tersebut adalah Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat; Muko-muko, Bengkulu; Musi Rawas, Sumatera Selatan; Lampung Tengah, Lampung; Kota Serang, Banten; Majalengka, Jawa Barat; Sragen, Grobogan, dan Cilacap, Jawa Tengah; Gorontalo; Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara; serta Konawe, Sulawesi Tenggara.

    Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono berharap proyek ini bisa membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga terjadi pemerataan ekonomi ke pedesaan sekaligus mengatasi kesenjangan. "Program ini adalah bagian dari program cash for works yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ucap Basuki.

    Basuki menuturkan program padat karya ini dirancang untuk mampu menyerap 263.646 orang tenaga kerja. Jumlah tersebut, ujar Basuki, setara dengan 20,5 juta hari orang kerja (HOK).

    "Pada program padat karya ini, upah harian yang dibayarkan per hari mencapai Rp 2,4 triliun dari total alokasi sebesar Rp 11,24 triliun," katanya.

    Untuk proyek IBM ini, Kementerian PUPR sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11,24 triliun dari total Rp 107,3 triliun pada 2018 untuk program padat karya (cash for work). Program padat karya ini mencakup Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi  (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan irigasi, Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW), Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), pembangunan rumah swadaya untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah khusus, serta pemeliharaan rutin jalan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.