Sabtu, 18 Agustus 2018

Sri Mulyani Paparkan Strategi SBN 2018

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (ketiga kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan) dan Dirut BEI Tito Sulistio (ketiga kanan) bersiap menutup perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 29 Desember 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (ketiga kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan) dan Dirut BEI Tito Sulistio (ketiga kanan) bersiap menutup perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 29 Desember 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan strategi Surat Berharga Negara (SBN) pada 2018. Hal pertama adalah melakukan reputation building terhadap Indonesia. Menurut dia, Indonesia dianggap emerging country

    "Indonesia harus memposisikan bahwa Indonesia emerging country yang kuat dan kredibel," ujar Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 2 Januari 2018.

    Baca: Subsidi Energi Membengkak 7,7 T, Sri Mulyani: Positif Bagi APBN 

    Jika posisi Indonesia kuat, ketika sentimen sedang goyah, Indonesia bisa tetap memiliki persepsi stabil. Persepsi tersebut diperlihatkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan yang baik, penerimaan yang solid, belanja negara produktif, daya beli meningkat, serta beberapa faktor lain.

    "Orang kemudian menyadari Indonesia adalah suatu ekonomi besar. Pondasinya bagus dan arah kebijakannya positif," tutur Sri Mulyani.

    Sedangkan dari sisi strategi timing, Kementerian Keuangan akan melihat sesuai dengan kebutuhan. "Kami sudah ada jadwal. Kalau dalam negeri, selama ini diperkuat issuance dari surat utang dalam negeri," kata Sri Mulyani. Ia menganggap investor dalam negeri adalah masyarakat Indonesia sendiri. 

    "Jadi itu yang akan diperkuat dari sisi investment dalam negeri," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.