Jumat, 23 Februari 2018

Sri Mulyani Kembali Soroti Anggaran Pendidikan dan Mutu Guru

Reporter:

Syafiul Hadi

Editor:

Yudono Yanuar

Senin, 4 Desember 2017 13:44 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani Kembali Soroti Anggaran Pendidikan dan Mutu Guru

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 11 Juli 2017. Rapat tersebut membahas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan  Sri Mulyani Indrawati menyoroti kualitas pendidikan di Indonesia. Menurut dia, kualitas pendidikan di Indonesia harus diperbaiki sejalan dengan penggunaan anggaran pendidikan.

    "Perlu juga untuk terus memperbaiki sisi tata kelola dan hasil efektivitas dari penggunaan anggaran pendidikan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

    Baca juga: Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan RI-Vietnam Sama, Hasilnya Beda

    Pernyataan Sri Mulyani dikemukakan saat ditemui awak media setelah menjadi pembicara kunci dalam acara Bank Dunia. Acara tersebut bertemakan "Membangun Kelas Menengah: Pertumbuhan Inklusif di Asia Timur dan Indonesia."

    Sri Mulyani menilai saat ini sudah banyak fungsi pendidikan yang sudah didelegasikan ke daerah. Hal tersebut, menurut dia, menjadi komitmen dari daerah untuk memperbaiki sistem pendidikan di kabupaten kota dan provinsi. "Menyangkut dari mulai SD, SMP, dan SMA itu diperlukan," katanya.

    Menurut Sri Mulyani, saat ini kualitas guru menjadi sorotan. Walaupun, kata dia, jumlah guru sudah memadai, namun secara distribusi maupun kualitasnya masih kurang. "Kualitas dari sisi kurikulumnya dan cara pengajarannya juga menjadi sangat penting," ucapnya.

     Sri Mulyani  mengatakan peran Menteri Pendidikan juga sangat penting dalam menentukan jaminan kualitas pendidikan. Menurut dia, hal itu dapat diterapkan dalam proses rekrutmen guru. "Menteri Pendidikan bisa saja menetapkan mana yang qualified dan tidak qualified," tuturnya.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.