2018, Dua Investor Perhotelan Lirik Investasi di Bengkulu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Industri Perhotelan Diminta Kreatif

    Industri Perhotelan Diminta Kreatif

     
    TEMPO.CO, Bengkulu - Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra menyebutkan pada tahun 2018, dua calon investor yakni Hotel Sahid dan Mercure berencana menanamkan investasinya di Kota Bengkulu.
     
    Hal ini menurutnya sangat baik karena dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bengkulu, yang diprediksi tumbuh pada kisaran 5,0 -5,2 persen atau meningkatkan dibandingkan perkiraan pertumbuhan pada triwulan IV 2017.
     
    "Jika didukung dengan kondisi pelabuhan yang baik, pertumbuhan ekonomi Bengkulu bisa berada pada posisi 5,9 persen, bertambah 0,7 persen itu sangat baik dan cukup memberi pengaruhi cukup signifikan," kata Endang pada jumpa pers Jumat 24 November 2017.
     
     
    Selain investasi hotel beberapa maskapai penerbangan juga akan membuka rute baru yakni Bengkulu -Yogyakarta dan Bengkulu - Lampung pada 2018 mendatang.
     
    Ia mengatakan tumbuhnya bisnis perhotelan dan dibukanya beberapa jalur penerbangan menunjukkan adanya pertumbuhan pariwisata di daerah tang terkenal akan wisata sejarah dan pantainya ini.
     
    "Tumbunya bisnis perhotelan baik kelas bintang dan melati, tidak terlepas dari usaha pemerintah daerah dan nasional, salah satu dilaksanakannya beberapa kegiatan berskala nasional," jelas Endang.
     
    Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan infrastruktur tapi juga semakin kreatif menggarap berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional di Bengkulu untuk menggenjot pendapatan daerah.
     
    Seperti diketahui saat ini Bengkulu telah memiliki rute penerbangan ke Jakarta, Batam, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Pulau Enggano. Adapun maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Citylink, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, Batik Air dan Susi Air.
     
    Dalam catatan Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Bengkulu, perekonomian daerah itu pada triwulan III tahun 2017 tumbuh 4,38 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen (yoy). Kondisi ini disebabkan menurunnya kinerja perekonomian menurunnya konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor.
     
    Kurangnya minat investor menanamkan modalnya juga diakibatkan belum optimalnya realisasi anggaran pemerintah terkait proyek infrastruktur. Meskipun mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Bengkulu tercatat lebih baik dibadingkan Sumatera 4,43 (yoy), namun masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional 5,06 persen (yoy).
     
     
    PHESI ESTER JULIKAWATI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.