Kamis, 26 April 2018

Bangun Tol Cisumdawu, Kementerian PUPR Kembali Pinjam Dana dari Cina

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja konstruksi mulai membuat terowongan menembus bukit di proyek tol Cisumdawu Seksi II Desa Cilengsar, Kecamatan Pamulihan menuju arah pusat kota Sumedang, Jawa Barat, 14 Agustus 2017. Terowongan ini akan menjadi terowongan jalan tol terpanjang di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    Pekerja konstruksi mulai membuat terowongan menembus bukit di proyek tol Cisumdawu Seksi II Desa Cilengsar, Kecamatan Pamulihan menuju arah pusat kota Sumedang, Jawa Barat, 14 Agustus 2017. Terowongan ini akan menjadi terowongan jalan tol terpanjang di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengandalkan pinjaman Pemerintah Cina untuk membiayai pengerjaan Seksi I Jalan Tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan (Cisumdawu). Pinjaman dana fase ketiga oleh Kementerian PUPR ini sebesar Rp 2,23 triliun.

    Direktur Jenderal Bina Marga PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pengerjaan tol sepanjang 61,67 kilometer itu terdiri dari enam seksi pekerjaan. Pemerintah Indonesia menanggung seksi I dan II, sementaranya sisanya ditangani Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

    "Yang baru saja ditandatangani adalah fase ketiga, tapi di seksi I. Kenapa ini belakangan? Karena di situ pembebasan lahannya yang paling susah," kata Arie usai acara penandatanganan kontrak dengan China Exim Bank, di Gedung Bina Marga PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, 24 November 2017.

    Pinjaman fase ketiga ini tersebut dipakai untuk membiayai pengerjaan jalan bebas hambatan sepanjang 10,575 kilometer dari panjang total Seksi I ruas Cileunyi-Rancakalong yang mencapai 12 km.

    Baca: PUPR Rampungkan Kajian Gedung Baru DPR RI Pekan Ini

    Adapun pengerjaan Seksi II ruas Rancakalong- Sumedang sepanjang 17,05 kilometer dibiayai dengan dua fase pinjaman sebelumnya, yakni fase 1 sebesar Rp 1,1 triliun dan fase 2 sebesar Rp 3,4 triliun.

    Dalam penandatangan kontrak, ditetapkan pula dua kontraktor yang akan mengerjakan Seksi I ruas Cileunyi-Rancakalong, yakni PT Adhi Karya (Persero) dan China Road and Bridge Corporation. Pengerjaan yang dibiayai dengan pinjaman fase ketiga itu ditargetkan rampung dalam 730 hari.

    Pengerjaan Seksi I tersebut, menurut Arie cukup krusial lantaran adanya simpang susun alias interchange yang harus dibangun di kawasan Cileunyi. "Ini yang kritikal, pekerjaan yang akan menentukan waktu keseluruhan. Karena desainnya cukup rumit dan cara pengerjannya juga."

    Kontrak pinjaman fase ketiga ini, meliputi pengerjaan elevated road (konstruksi PCI Girder sepanjang 950 meter), dua buah jembatan (PCI Girder) dengan bentang masing-masing 200 meter dan 160 meter, delapan buah overpass, sebuah underpass, pavement (rigid dan flexible), serta penyediaan kantor dan fasilitas tol. Pembebasan lahan di ruas Seksi I itu telah rampung 37,43 persen pada November 2017.

    Pekerjaan Seksi III hingga VI digarap oleh PT Citra Karya Jabar Tol sebagai BUJT. Seksi III Sumedang -Cimalaka memiliki panjang 3,75 km, dan Seksi IV Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 km. Sementara Seksi V Legok-Ujung Jaya panjangnya 16,42 km, dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,23 km.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.