Analis Perkirakan Kurs Rupiah Kembali Menguat, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 18_ekbis_moneychanger

    18_ekbis_moneychanger

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Securitas Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan kembali menguat hari ini. Menurut Reza, hal tersebut dipacu oleh masih positifnya sentimen dari dalam negeri.

    "Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran pada support Rp 13.531 dan resisten Rp 13.482 per dolar AS," ujar Reza Priyambada, Jumat, 24 November 2017.

    Baca: Kurs Rupiah Menguat Terimbas Berita Positif Dalam Negeri

    Reza menilai sentimen dari hasil risalah pertemuan The Federal Reserve System (The Fed) yang membuat pergerakan dolar Amerika Serikat masih dalam tren pelemahan, juga akan berkontribusi pada penguatan rupiah.

    Situs resmi Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat Rp 15. 503 pada Kamis, 24 November 2017. Reza melihat pasca Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting, laju kurs dolar AS tampaknya tidak menunjukkan adanya perbaikan dan cenderung kembali melemah.

    Dalam pertemuan tersebut, menurut Reza, tampaknya The Fed belum berencana kembali menaikkan tingkat suku bunganya seperti yang disampaikan sebelumnya. "Di mana masih ada satu kali kesempatan bagi The Fed untuk menaikkan FFR (Federal Funds Rate)-nya," ucapnya.

    Reza memprediksi tingkat suku bunga kemungkinan baru naik di tahun depan. Risalah tersebut juga menyoroti kekhawatiran beberapa anggota mengenai prospek inflasi, dengan penekanan pada data ekonomi dalam menentukan waktu kenaikan tingkat suku bunga di masa depan. "Di sisi lain, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh rupiah untuk kembali menguat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.