Selasa, 26 Juni 2018

Tax Amnesty Dongkrak Pertumbuhan Pajak Orang Kaya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wajib pajak mengantre sebelum dipanggil menuju bilik tax amnesty di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, 31 Maret 2017. Berdasarkan data terakhir DJP Kemenkeu, total harta yang terkumpul dalam pagelaran tax amnesty mencapai Rp4.749 triliun. Harta tersebut terbagi atas deklarasi dalam negeri sebesar Rp3.571 triliun, deklarasi luar negeri Rp1.032 triliun, dan repatriasi Rp146 triliun, serta uang tebusan Rp111 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Wajib pajak mengantre sebelum dipanggil menuju bilik tax amnesty di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, 31 Maret 2017. Berdasarkan data terakhir DJP Kemenkeu, total harta yang terkumpul dalam pagelaran tax amnesty mencapai Rp4.749 triliun. Harta tersebut terbagi atas deklarasi dalam negeri sebesar Rp3.571 triliun, deklarasi luar negeri Rp1.032 triliun, dan repatriasi Rp146 triliun, serta uang tebusan Rp111 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Kementerian Keuangan Yon Arsal menyebutkan pengampunan pajak (tax amnesty) turut mendorong pertumbuhan kontribusi kelompok orang kaya dalam struktur penerimaan pajak. "Betul seperti itu. Cuma, untuk eksplorasi datanya, kami masih menunggu Biro Komunikasi dan Layanan Informasi menginformasikan data generiknya," kata Yon, Selasa, 14 November 2017.

    Data Ditjen Pajak per Oktober lalu menunjukkan pertumbuhan pembayaran pajak dari wajib pajak orang pribadi naik menjadi sekitar 51 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, fenomena itu merupakan implikasi langsung dari pengampunan pajak.

    Baca: Orang Terkaya Indonesia Minta Amnesti Pajak

    Sewaktu implementasi kebijakan itu berlangsung, banyak wajib pajak yang membayar pajak tapi tidak mengungkapkan asetnya atau sama sekali tak mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP). Meski demikian, Sri Mulyani mengakui bahwa implementasi pengampunan pajak tak banyak menambah jumlah wajib pajak baru.

    Data Ditjen Pajak menunjukkan jumlah wajib pajak baru dari hasil implementasi kebijakan tersebut hanya berkisar 48 ribu. Walaupun demikian, dari sisi kepatuhan, pembayar pajak super kaya kini relatif lebih jujur dan tertib membayar pajak.

    Selama ini, struktur penerimaan wajib pajak obyek pajak didominasi wajib pajak karyawan. Pada Juli lalu, kontribusi penerimaan wajib pajak obyek pajak karyawan mencapai 12 persen dari total penerimaan. Sedangkan wajib pajak obyek pajak nonkaryawan kontribusinya hanya 1 persen.

    Ketimpangan dalam struktur penerimaan PPh itu mendorong otoritas pajak meningkatnya kontribusi penerimaan dari kelompok wajib pajak obyek pajak nonkaryawan, khususnya kalangan superkaya.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyebutkan tiga dari empat orang terkaya di Indonesia telah meminta ampunan pajak melalui program amnesti pajak. Dia mengatakan satu miliarder lain mengaku tak perlu ikut serta program tersebut lantaran telah memenuhi kewajiban pajak.

    Sofjan memastikan sebagian besar pengusaha telah memanfaatkan program amnesti pajak ini. Seorang miliarder, tutur dia, bahkan membayar tebusan lebih besar daripada yang ditetapkan pemerintah. Sedangkan satu miliarder yang tak disebut namanya mengaku patuh melaporkan pajak sehingga tak berhak mengikuti pengampunan pajak. "Dia tak perlu minta (amnesti) karena dia merasa sudah selesaikan itu secara benar dari perusahaannya," kata Sofjan akhir Februari lalu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Masa Berlaku Uang Lama Emisi 1999 dan 1999 Segera Dicabut

    Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penukaran empat uang lama Rupiah kertas tahun emisi 1998-1999 sebelum 31 Desember 2018.