Tiga Tahun Jokowi-JK, Angka Kemiskinan Turun

Reporter:
Editor:

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas penanganan erupsi Gunung Agung, Karangasem, Bali,  di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta,  28 September 2017. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas penanganan erupsi Gunung Agung, Karangasem, Bali, di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 28 September 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan memasuki usia tiga tahun pada 20 Oktober 2017. Selama periode tersebut, indikator makro ekonomi dinilai cukup positif. 

    Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan salah satunya terlihat dari menurunnya angka kemiskinan. Per Maret 2017, terdapat 27,77 juta penduduk miskin atau 10,64 persen dari total penduduk. 

    Angkanya menurun 0,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Meski turunnya kecil, tapi angka ini tentu tidak bisa diabaikan jika melihat keadaan ekonomi global," kata Teten di kantornya, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017. 

    Indonesia termasuk salah satu negara yang tumbuh dengan baik. Data hingga semester I ini menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 persen. Indonesia lebih baik dibandingkan Thailand yang hanya tumbuh 3,7 persen di periode yang sama. Sementara Korea Selatan tumbuh 2,7 persen dan Rusia 2,5 persen. 

    Menurut Teten, pemerintah berhasil menjaga stabilitasi pertumbuhan ekonomi. Sejak 2014, ekonomi tumbuh di kisaran 5 persen. Tahun ini angkanya sebesar 5,02 persen. Kemudian meningkat menjadi 5,04 persen di 2015 dan 5,02 persen di 2016.

    Stabilitas ekonomi, menurut Teten, juga terlihat dari tingkat inflasi yang terus turun. Pada 2014 angkanya mencapai 8,36 persen. Setahun kemudian inflasi menurun menjadi 3,35 persen dan turun lagi hingga 3,02 persen pada 2016. 

    Tahun ini, inflasi ditargetkan tetap berada di bawah 4 persen. Hingga semester I 2017, inflasi tercatat sebesar 2,66 persen.

    Indikator lainnya adalah kondisi ketimpangan pendapatan. Berdasarkan rasio gini, angkanya menunjukkan tren penurunan. Per Maret 2015 angkanya sebesar 0,408, lalu menurun menjadi 0,397 pada periode yang sama 2016. Pada Maret 2017 angkanya turun menjadi 0,393.

    Teten mengatakan pengangguran juga menurun di masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Tingkat pengangguran hingga Februari 2017 sebesar 5,33 persen atau 7,01 juta orang. Secara tahunan, angkanya turun 0,17 persen dari 5,5 persen pada Februari 2016. 

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.