YLKI Desak OJK Evaluasi Perjanjian Asuransi

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi (kiri) dan Kepala Bidang Keamanan Hayati Balai Karantina Kementerian Pertanian Islana Ervandiari (kanan) dalam konfrensi pers "Menyoal Keamanan Buah Segar" di Jakarta, 5 Desember 2016. Tempo/Reza Syahputra

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendesak Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan tinjauan terhadap perjanjian polis asuransi. Ia berpendapat perjanjian polis asuransi rawan tindakan fraud jika tidak ada penyeragaman standar kontrak asuransi.

“Asuransi itu produk yang spesifik dan rumit,” ujar Tulus dikutip dari siaran pers YLKI, Sabtu, 30 September 2017.

Menurutnya, dengan kerumitan yang ada di dalam sistem asuransi membuay mayoritas konsumen mengalami asimetri informasi produk jasa asuransi. Sehingga saat konsumen bertransaksi dengan perusahaan asuransi, rawan timbul perasaan dijebak.

Tulus menjelaskan, OJK harus proaktif melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa tidak adanya unfair contract term dalam praktik di industri asuransi yang sangat merugikan konsumen.

Ia juga mengimbau perusahaan asuransi untuk memperbaiki cara pemasarannya. “Jangan hanya menonjolkan sisi kelebihan produknya, tapi tidak menunjukkan atau menyembunyikan hal-hal yang harus diketahui konsumennya,” ujarnya.

Tulus mengklaim, selama ini sengketa konsumen di bidang asuransi dan berujung pada ditolaknya klaim dipicu adanya kontrak standar yang didesain tidak adil oleh masing-masing perusahaan asuransi.

Selain itu ia juga meminta perusahaan asuransi untuk tidak mencantumkan pasal klausula baku dalam perjanjian standarnya. Menurutnya  berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, praktik klausula baku dalam perjanjian standar adalah dilarang dan bisa dipidana.

Pernyataan Tulus merupakan tanggapan dari kasus sengketa antara Arfianus sebagai konsumen asuransi, dengan Allianz sebagai perusahaan asuransi. Sengketa terseut dipicu pengajuan klaim yang ditolak. Hal ini berbuntut penetapan  Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling, sebagai tersangka tindak pidana di bidang perlindungan konsumen oleh pihak kepolisian 26 September lalu.

 

 M JULNIS FIRMANSYAH






Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

2 jam lalu

Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin blak-blakan membeberkan pandangannya soal layanan BPJS Kesehatan yang belakangan memicu kontroversi.


Kemenhub Sebut Gubernur Kini Putuskan Biaya Jasa Batas Atas dan Bawah Ojek Online

1 hari lalu

Kemenhub Sebut Gubernur Kini Putuskan Biaya Jasa Batas Atas dan Bawah Ojek Online

Kemenhub menyampaikan bahwa ketentuan terkait penyesuaian tarif ojek daring (online) akan ditetapkan oleh Gubernur.


Peternak Desak Pemerintah Serius Tangani Penggunaan Antibiotik Berlebihan pada Ayam

3 hari lalu

Peternak Desak Pemerintah Serius Tangani Penggunaan Antibiotik Berlebihan pada Ayam

Koalisi Ayam Sejahtera mendesak pemerintah dan dunia usaha serius mengendalikan resistensi antimikroba pada industri peternakan ayam.


Siapkan Produk Khusus Orang Kaya', BPJS Kesehatan: Tidak Ada Perbedaan Perlakuan

5 hari lalu

Siapkan Produk Khusus Orang Kaya', BPJS Kesehatan: Tidak Ada Perbedaan Perlakuan

Pemerintah akan segera menerbitkan beleid yang mengatur ketentuan kombinasi biaya perawatan asuransi kesehatan BPJS Kesehatan dan swasta.


Bulan Ini, Kemenkes Akan Keluarkan Aturan BPJS untuk Orang Kaya

5 hari lalu

Bulan Ini, Kemenkes Akan Keluarkan Aturan BPJS untuk Orang Kaya

Kolaborasi pembayaran antara BPJS Kesehatan dan asuransi swasta telah dibahas sejak awal tahun ini.


Gempa Cianjur, Klaim Asuransi Berpotensi Mencapai Rp 38,4 Triliun

6 hari lalu

Gempa Cianjur, Klaim Asuransi Berpotensi Mencapai Rp 38,4 Triliun

Gempa Cianjur kembali mengingatkan pentingnya masyarakat memiliki asuransi bencana alam, salah satunya asuransi gempa bumi.


Pesan Allianz ke Calon Nasabah Asuransi: Bukan Nabung, Bukan investasi

14 hari lalu

Pesan Allianz ke Calon Nasabah Asuransi: Bukan Nabung, Bukan investasi

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia, Himawan Purnama, mengatakan memilih asuransi jangan seperti membeli kucing dalam karung. Apa maksudnya?


Soal Produsen Kecilkan Ukuran Produk, YLKI: Hal Biasa, tapi Wajib Disampaikan ke Konsumen

15 hari lalu

Soal Produsen Kecilkan Ukuran Produk, YLKI: Hal Biasa, tapi Wajib Disampaikan ke Konsumen

YLKI menyatakan produsen memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi berat isi produk dalam label kepada konsumen.


Warga Korban Pohon Tumbang Bisa Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta, Begini Cara Klaimnya

15 hari lalu

Warga Korban Pohon Tumbang Bisa Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta, Begini Cara Klaimnya

Klaim santunan dan asuransi pohon tumbang terbagi untuk kendaraan roda dua atau empat, korban luka atau meninggal serta kerusakan bangunan.


Korban Pohon Tumbang di DKI Berhak Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta

18 hari lalu

Korban Pohon Tumbang di DKI Berhak Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta

Warga DKI juga dapat mengajukan asuransi kerusakan kendaraan atau bangunan karena pohon tumbang yang nilainya hingga Rp 25 juta.