Kementerian ESDM Targetkan 60 Ribu Jaringan Gas Rumah Tangga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa tekanan gas di Pressure Reducing Station PT PGN di Semarang, Jawa Tengah, 8 September 2016. PGN area Semarang telah melayani 150 pelanggan rumah tangga dengan konsumsi gas sekitar 150 ribu meter kubik per bulan. ANTARA FOTO

    Petugas memeriksa tekanan gas di Pressure Reducing Station PT PGN di Semarang, Jawa Tengah, 8 September 2016. PGN area Semarang telah melayani 150 pelanggan rumah tangga dengan konsumsi gas sekitar 150 ribu meter kubik per bulan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Mojokerto  – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terus menambah jaringan pipa gas rumah tangga maupun kelompok masyarakat atau lembaga non industri seperti pesantren.

    Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan tahun ini ditargetkan ada sekitar 60 ribu sambungan pipa gas untuk rumah tangga yang dibangun. “Thun depan mudah-mudahan bisa 100 ribu,” katanya saat melihat jaringan pipas gas rumah tangga di rumah warga Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu, 13 Agustus 2017.

    Target tahun ini dan tahun depan itu akan menambah jumlah rumah tangga yang sudah terpasang pipa jaringan gas selama tahun 2009 hingga 2016. “Selama tujuh tahun kemarin hampir 190 ribu yang terpasang,” katanya.

    Jonan menambahkan  pemasangan pipa jaringan gas rumah tangga ini memang memakan biaya yang cukup besar. “Per sambungan rumah bisa Rp10-13 juta,” ucapnya. Jika jarak antar rumah penduduknya relatif dekat akan lebih hemat. Sebaliknya, jika jarak antar rumah jauh seperti di luar Jawa, maka biayanya bisa sampai Rp 13 juta per rumah.  

    Simak Pula: Pemerintah Akan Tambah Alokasi Jaringan Gas untuk Rumah Tangga

    Menurut bekas Menteri Perhubungan ini, biaya penyaluran gas rumah tangga yang bersumber dari sumur gas tersebut lebih hemat daripada gas yang diangkut dari kapal tanker pengangkut gas alam atau Liquid Natural Gas (LNG).  Namun tentunya  tidak semua daerah atau wilayah yang bisa dijangkau dengan jaringan gas rumah tangga ini. “Syaratnya, daerahnya dekat dengan sumur gas,” katanya. Selain itu, tidak semua rumah tangga bisa menikmati pipa jaringan gas ini. “Kami prioritaskan rumah tangga yang sederhana dulu.”

    Jonan melihat perkembangan pemasangan pipa jaringan gas rumah tangga di Kota dan Kabupaten Mojokerto serta Kabupaten Sidoarjo. Proyek pemasangan pipa jaringan gas rumah tangga di Kelurahan/Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, digarap PT Perusahan Gas Negara (Persero). Sedangkan pemasangan pipa jaringan gas di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dan pondok pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilaksanakan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero).

    Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) Suko Hartono mengatakan tahun ini Pertagas menargetkan memasang jaringan gas di 31 ribu rumah tangga sasaran di enam kabupaten. Dari 31 ribu rumah tangga tersebut, sebanyak 5.101 rumah tangga berada di Kabupaten Mojokerto. “Ditargetkan selesai sampai Desember 2017 dan awal tahun 2018 sudah bisa dimanfaatkan warga,” katanya.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...