Dana Desa Diyakini Dapat Memulihkan Daya Beli Masyarakat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja mengunakan eskavator membangun jembatan darurat dari baja di Desa Kikia, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, 27 Februai 2017. Jembatan darurat dibangun pascaamblesnya jembatan di jalan Lintas Sulawesi yang menghubungkan Provinsi Gorontalo dan Buol, Sulawesi Tengah, akibat banjir bandang. ANTARA/Adiwinata Solihin

    Sejumlah pekerja mengunakan eskavator membangun jembatan darurat dari baja di Desa Kikia, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, 27 Februai 2017. Jembatan darurat dibangun pascaamblesnya jembatan di jalan Lintas Sulawesi yang menghubungkan Provinsi Gorontalo dan Buol, Sulawesi Tengah, akibat banjir bandang. ANTARA/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, pemanfaatan dana desa yang digulirkan pemerintah dapat menjadi salah satu cara untuk memulihkan daya beli masyarakat. Karena dana desa dapat dipergunakan untuk memberdayakan masyarakat setempat dalam membangun infrastruktur desanya.

    "Kan berarti cash for work. Jadi pemuda pemudi desa yang awalnya belum punya kerjaan, banyak pengangguran, jadi diberikan dana desa itu. Mereka misalnya jadi bikin jembatan sendiri, gorong-gorong sendiri, dan sebagainya," tutur Mardiasmo di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Agustus 2017.

    Baca: Pesan Presiden Jokowi Agar Dana Desa Tak Dikorupsi

    Selain itu kata dia, bila bangunan fisik telah selesai, dana desa bisa dikelola untuk memberdayakan ibu-ibu PKK di desa untuk mengolah sesuatu dengan cara memberi nilai tambah. Misalnya membuat kue yang sesuai dengan local content untuk dijual, dan masyarakat setempat juga menggunakan hasil yang dibuat tersebut.

    "Atau misalnya juga Ibu desa diminta untuk membuat pakaian seperti batik atau lurik. Maka harus menggunakan penjahit dari mereka itu. Maksud saya sebenarnya ini, dari desa, oleh desa. untuk desa. Tak hanya fisik saja, tapi penggunaan dana desa lebih bagus," ucap dia.


     

    Simak: Kemendes Serahkan 60 Laporan Penyelewengan Dana Desa Ke KPK


    Ia menambahkan, berdasarkan hasil kunjungan menteri hal tersebut sudah banyak diterapkan di desa-desa, walaupun masih banyak dari mereka yang mendapatkan bimbingan, baik dari Kementerian Dalam Negeri maupun dari Kementerian Desa.

    Menurut Mardiasmo, sebanyak Rp 60 triliun dana desa akan digulirkan tahun ini, yang akan ditransfer secara bertahap, tergantung dari berapa persen dana yang telah diserap oleh masing-masing desa. Ia berharap agar masyarakat desa dapat membelanjakan dana yang telah digulirkan sebelumnya secara optimal.

    "Jangan tiarap. Tapi digunakan. dimanfaatkan dengan cara yang benar. Nanti masyarakat akan mendapatkan nilai tambah luar biasa dan multiplier efect," ucap dia.



    DESTRIANITA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.