IHSG Pekan Depan Diperkirakan Melemah Tipis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Riset Bina Artha Securities Reza Priyambada mengatakan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia pada pekan depan diperkirakan akan melemah.
     
    Menurut Reza, IHSG akan berada pada kisaran level support 5.745-5.755 dan resisten 5.797-5.862 dibandingkan pekan sebelumnya di level support 5.747-5.761 dan resisten 5.847-5.855. Pelemahan tipis pada IHSG memberikan penilaian masih minimnya animo pelaku pasar untuk masuk dan bertahan.
     
    “Minimnya sentimen positif membuat pelaku pasar enggan banyak melakukan pembelian yang berimbas pada datarnya pergerakan IHSG dan disertai pelemahan,” kata Reza dalam pesan tertulisnya, Sabtu 5 Agustus 2017.
     
    Meski laju IHSG diperkirakan tidak banyak berubah,  dengan adanya aksi beli akan dapat mengangkat IHSG meski sesaat. “Tetap cermati berbagai sentimen yang dapat menahan peluang kenaikan IHSG serta waspadai potensi pelemahan akibat aksi ambil untung,” kata Reza.
     
    Pergerakan IHSG di pekan kemarin kembali melemah dengan penurunan -0,92 persen atau di bawah pekan sebelumnya yang menguat 1,14 persen. Minimnya sentimen positif sepanjang pekan kemarin membuat pergerakan IHSG cenderung mendatar dan bahkan melemah dibandingkan sebelumnya. Adapun level tertinggi yang diraihnya mencapai 5.858 lebih tinggi sedikit dari sebelumnya di 5831. “Kenaikan tersebut masih terlihat tertahan karena juga dibarengi dengan masih adanya aksi jual asing dan mandatarnya laju Rupiah,” ucap Reza.
     
    Di awal pekan kemarin, IHSG sempat bergerak positif. Pelaku pasar tampak antusias menanggapi rilis data-data ekonomi awal bulan sehingga mereka kembali masuk pasar dan memanfaatkan peluang kenaikan yang ada. Namun tidak lama kemudian pelemahan kembali terjadi seiring sikap pelaku pasar yang memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk kembali melakukan aksi jual. Pergerakan bursa saham global yang kembali variatif berimbas pada jalannya bursa saham Asia, termasuk IHSG.
     
    Meski inflasi yang dirilis BPS sebesar 0,22 persen dan diikuti dengan penguatan tipis rupiah di awal pekan, belum cukup kuat mempertahankan IHSG di zona hijau. Hal tersebut tampak dari pelaku pasar yang melancarkan aksi jual, memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk ambil untung.
     
    Bahkan positifnya laju bursa saham Asia  juga tidak membuat IHSG bertahan dan cenderung mengalami pelemahan. Kembali melemahnya laju rupiah yang diikuti aksi jual asing membuat laju IHSG cenderung terpuruk. Adapun Asing mencatatkan aksi jual Rp 431,20 miliar, lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya Rp 2,14 triliun.
     

    DESTRIANITA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.