Komposisi Konsorsium Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Dikaji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang awak media mengabadikan kereta CRH5H saat diresmikan di Changchun, Jilin, Cina, 11 November 2016. Kereta CRH5H merupakan kereta sleeper berkecepatan tinggi pertama yang dimiliki Cina. chinanews.com

    Seorang awak media mengabadikan kereta CRH5H saat diresmikan di Changchun, Jilin, Cina, 11 November 2016. Kereta CRH5H merupakan kereta sleeper berkecepatan tinggi pertama yang dimiliki Cina. chinanews.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa perubahan komposisi konsorsium kereta cepat Jakarta Bandung mungkin terjadi. Bahkan hal itu tengah dikaji.

    "Sedang kami kaji. Mungkin minggu depan sudah ada jawabannya," ujar Luhut saat dicegat di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 26 Juli 2017.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar perubahan investasi atau komposisi konsorsium kereta cepat Jakarta Bandung dikaji. Sebab menurut Jokowi, porsi dari Indonesia terlalu besar yaitu 60:40.

    Menurut Jokowi, komposisi 10:90 perlu dipertimbangkan. Sebabnya, hal itu terlalu besar risikonya bagi Indonesia dibandingkan komposisi 60:40. Apalagi, proyek dibangun di Indonesia.

    Luhut melanjutkan bahwa bukan hanya kajian yang akan dilakukan dalam waktu dekat, tapi negosiasi soal proyek kereta cepat dengan Tiongkok. Dan itu akan dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

    "Kita lihat minggu depan. Minggu depan nanti Menteri BUMN laporan ke Presiden Joko Widodo. Nanti Jokowi evaluasi kajian yang ada, baru kemudian memutuskan (perubahan komposisi)," ujar Luhut mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?