Pasca Lebaran, Volume Lalu Lintas di Tol Cipali Turun 13,8 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 29 Juni 2017. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 dan H+6. ANTARA/Dedhez Anggara

    Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 29 Juni 2017. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 dan H+6. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Jakarta - Arus mudik dan balik kendaraan arah Jakarta yang melintas di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) khususnya di Gerbang Tol (GT) Palimanan utama pada H+8 pagi ini, Selasa 4 Juli 2017 hingga pukul 06.00 WIB turun 13,8 persen menjadi 49.793 unit, dari posisi Senin pagi yang masih 57.745 unit kendaraan.

    Wakil Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Firdaus Azis menuturkan, total kendaraan hingga pagi ini juga turun 12,7 persen menjadi 67.203 unit, dari posisi kemarin di angka 76.950 kendaraan.

    Adapun dari angka tersebut, jumlah kendaraan yang mengarah ke Cirebon turun menjadi 17.410 unit dari posisi kemarin di angka 19.205 unit. “Meski demikian, jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Tol Cipali masih di atas kondisi normal atau lebih dari 2,5x lipat dari rata-rata 26.000 kendaraan per hari,” tutur Firdaus Azis dalam pesan tertulisnya, Selasa, 4 Juli 2017.

    Baca: Volume Kendaraan Arah Jakarta Via Tol Cipali Menurun

    Meski arus balik mudik dan liburan sekolah sudah tidak terlihat signifikan, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) akan tetap melakukan pemantauan lalu lintas di sepanjang Tol Cipali. Karena dengan kondisi jalan tol yang tidak terlalu padat, banyak kendaraan yang ingin melintas cepat.

    “Namun kami berharap para pengendara tetap mematuhi peraturan yang berlaku dengan batas kecepatan paling rendah 60 km per jam dan paling tinggi 100 km per jam," ujar Firdaus.

    LMS terus mengimbau para pengguna jalan untuk memeriksa kondisi kendaraannya seperti rem, lampu, dan lainnya agar berfungsi dengan baik.

    Simak: Macet 80 Kilometer, Tol Cipali Hanya untuk Kendaraan Arah Jakarta

    LMS juga mengimbau pengemudi bus untuk mengambil lajur yang disediakan dan mengikuti arahan petugas pengatur lalu lintas di gerbang tol, karena tidak semua gardu satelit di GT Palimanan Utama bisa dilewati kendaraan bus. Hal ini dilakukan agar kendaraan besar seperti bus tidak menutupi kendaraan lain saat memasuki gardu tol dan dengan demikian menjaga kelancaran lalu lintas.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.