Pantau Arus Balik, Ini Pesan Menteri Budi Ke Pemudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan terminal Kampung Rambutan dan armada bus menghadapi lebaran, Jakarta Timur, 20 Juni 2017. TEMPO/Rizki Putra

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan terminal Kampung Rambutan dan armada bus menghadapi lebaran, Jakarta Timur, 20 Juni 2017. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Semarang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau ke pemudik agar nyaman dan selamat saat menjalani kembali ke negeri rantau. Menteri Budi sengaja berkeliling ke sejumlah titik rawan bagi pemudik dalam pelaksnaan angkutan arus balik, Kamis 29 Juni 2017.

    “Jangan naik bus tak pakai stiker (angkutan lebaran). Jika pakai motor pakai gratis di pelabuhan Tanjung Mas, masih tersedia empat hari,” kata Budi Karya Sumadi, saat melihat secara langsung perjalanan pemudik di exit Tol Salatiga, Kamis 29 Juni 2017.

    Simak: Arus Balik, 108.811 Kendaraan Mengarah ke Jakarta Hari Ini

    Budi juga meminta pemudik tak berhenti terlalu lama di tempat istirahat karena bergantian dengan pengguna jalan lain. “Lainya secara umum fisik harus sehat dan prima,” kata Budi menjelaskan.

    Saat memantau arus balik budi menyebutkan secara umum pelaksanaan angkutan lebaran lebih baik. Termasuk layanan penyeberangan di Merak dan Ketapang yang dinilai hampir tak ada kemacetan panjang.

    Menurut Budi pelayanan di penyeberangan itu berlangsung baik karena menejemen baru penyeberangan yang menyediakan khusus motor di terminal 6. “Selain itu juga pemberlakukan tiket online,” katanya.

    Ia menilai kemacetan itu hanya sesaat dan langsung terserap karena sikap polisi dan PT ASDP yang menerapkan disiplin tak semua kendaraan tak masuk parkir.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.