IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS Menjadi 2,1 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump dan PM Australia Malcolm Turnbul. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden Donald Trump dan PM Australia Malcolm Turnbul. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta -Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menyusul ketidakpastian kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump.

    Baca: Kurs Dolar AS Turun Karena Pertumbuhan Ekonomi ...

    Sebelumnya IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS berada di angka 2,3 persen di tahun 2017 dan 2,5 persen untuk tahun depan. Namun kemudian proyeksi itu diturunkan menjadi 2,1 persen di tahun 2017 dan 2018.

    Proyeksi ini di bawah target yang ditetapkan Gedung Putih sebesar 3 persen, seperti dikutip dari BBC News, Selasa 27 Juni 2017.

    IMF mengingatkan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran bantuan untuk keluarga berpenghasilan menengah dan rendah berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.

    IMF menyarankan pemerintah AS menerapkan kebijakan pajak yang mampu meningkatkan rasio pendapatan terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, rencana pemangkasan anggaran diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya jaring pengaman sosial dan menekan inflasi biaya kesehatan. IMF juga menyarankan agar pemerintah AS mengurangi pengeluaran pemerintah.

    Dilansir dari CNN Money, Presiden Donald Trump menjanjikan akan membawa ekonomi AS bertumbuh di angka 3 persen per tahun pada tahun pertama pemerintahannya. Namun IMF yang mengutip evaluasi anggaran Trump menyebutkan bahwa target tersebut terlalu ambisius.

    IMF menyebutkan bahwa target 3 persen tersebut sulit dicapai dengan melihat pertumbuhan pasar kerja AS yang didominasi pekerja dengan usia tidak produktif lagi. Ini akan memperlambat kenaikan tingkat produktivitas.

    Baca: Alasan Uni Eropa Jatuhkan Denda USD 1 Miliar ke Google

    Banyak ekonom termasuk dari bank sentral AS, Federal Reserve yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 2 persen untuk beberapa tahun ke depan.

    SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.