Harga Bahan Pokok Stabil Menjelang Lebaran, Mendag Puji Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berbicara kepada wartawan dalam acara buka bersama di Kemendag, Gambir, Jakarta Pusat, 22 Juni 2017. Tempo/Aghniadi

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berbicara kepada wartawan dalam acara buka bersama di Kemendag, Gambir, Jakarta Pusat, 22 Juni 2017. Tempo/Aghniadi

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan rasa terima kasih atas stabilnya harga dan pasokan bahan pokok selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Enggar mengatakan prestasi ini merupakan hasil kerja Presiden Joko Widodo, bukan hanya dirinya.

    "Ini orkestrasi yang dipimpin langsung oleh Presiden dan Menko. Kemudian kementerian lain. Saya laksanakan saja semaksimal mungkin," ujar Enggar di kompleks Kementerian Perdagangan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Juni 2017.

    Baca: Jokowi Celebrates Birthday by Handing Out Sembako

    Presiden Jokowi, dalam rapat kabinet paripurna sore ini, membahas evaluasi harga sembako menjelang Lebaran. Dia menyampaikan apresiasinya kepada beberapa kementerian dan lembaga—termasuk di antaranya Kementerian Perdagangan karena telah bersama polisi, Kementerian Pertanian, Bulog, serta pemda mengontrol lancarnya kebutuhan masyarakat.

    Baca: Presiden Jokowi Ulang Tahun, Bagi 3.000 Paket Sembako di Bogor

    Enggar melihat inflasi terus terjadi terhadap bahan pokok sejak 2011. Melihat siklusnya, Enggar mengatakan, terjadi peningkatan penjualan selama Jumat-Sabtu-Minggu yang lalu. Kenaikan ini rata-rata mencapai 30-60 persen. Pada Senin kemarin, Kemendag kembali harus mengantisipasi penjualan dengan memasok kembali, dan puncak kenaikan adalah Kamis ini.

    "Kami dapatkan laporan dari rekan-rekan di daerah bahwa tidak ada kekurangan. Sampai H-2 akan terus kami kendalikan dan respons bagi daerah yang kurang," kata Enggar. Melihat kecenderungan tahun sebelumnya, Enggar menjelaskan, setelah puncak penjualan Kamis ini, semestinya pasokan tetap aman ke depan.

    Enggar menjamin pasokan tetap tersedia di pasar-pasar, baik retail maupun warung. Namun dia mengimbau masyarakat juga harus proaktif untuk membeli dengan harga terbaik. "Dan kalau datang ke pasar, tawar harganya. Sebab, usaha orang untuk menambah keuntungan itu sesuatu yang wajar," kata Enggar. 

    AGHNIADI | BUDI RIZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.