Tanpa Total dan Inpex, Pertamina Siap Mengelola Blok Mahakam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lapangan lepas pantai Bekapai di Blok Mahakam daerah operasi Total E&P Indonesie. TEMPO/SG WIBISONO

    Lapangan lepas pantai Bekapai di Blok Mahakam daerah operasi Total E&P Indonesie. TEMPO/SG WIBISONO

    TEMPO.COSamarinda - Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Nasvar Nazar, memaparkan Pertamina sudah siap mengelola Blok Mahakam meski tanpa Total dan Inpex. 

    Keduanya merupakan operator terdahulu yang hingga kini belum memberikan kepastian apakah akan menerima sejumlah saham kelola yang telah ditawarkan pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral atau tidak.

    "Tapi dari sisi Pertamina, tanpa Total (dan Inpex), Pertamina siap," kata Nasvar setelah menggelar buka puasa bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, di Lamin Etam, Kota Samarinda, Selasa, 13 Juni 2017.

    Baca: Pembagian Porsi Pengelolaan Blok Mahakam Belum Final

    Nasvar menjelaskan, pengambilalihan kelola Blok Mahakam tidak memerlukan biaya investasi besar. Persoalan biaya produksi rutin juga sudah siap dipenuhi Pertamina.

    "Ini kan sudah produksi. Untuk biaya operasional rutin tiap tahun insya Allah Pertamina sanggup. Jadi tidak ada masalah," katanya.

    Simak: Pertamina Mengaku Hati-hati Kelola Blok Mahakam

    Keyakinan itu bukan tanpa alasan. Sebab, kata Nasvar, kurang dari dua minggu sejak Pertamina mengambil alih per 1 Januari 2018, Pertamina akan langsung mendapatkan pemasukan.

    "Begitu 1 Januari, tidak sampai dua minggu sudah ada pengapalan di Bontang Kargo LNG, uangnya sudah mengalir. Jadi ini secara investasi sangat kecil sudah berputar sendiri di dalam," kata Nasvar.

    Simak: Dicecar DPR, Dirut Pertamina: Siap Kelola Mahakam tanpa Total

    Nasvar melanjutkan, ihwal tingkat produksi juga bukan persoalan. Tingkat produksi, kata dia, malah naik hampir 5 persen dari perencanaan awal per 31 Mei 2017. "Jadi memang komitmen Total (dan Inpex), Pertamina masuk sudah bisa ngebor. Insya Allah tidak ada masalah."

    Termasuk peralihan tenaga kerja, baik lokal ataupun asing, juga sudah dirampungkan Pertamina. Semua karyawan Total dan Inpex akan beralih ke Pertamina per 1 Januari 2018. 

    Menurut Nasvar, semua sudah fix. Sudah ada tim yang bekerja dari 2 tahun lalu dan semua pekerjaannya sudah 90 persen selesai. "Termasuk kemarin overing untuk karyawan juga sudah dilakukan dan insya Allah karyawan Total 1 Januari 2018 akan menjadi karyawan Pertamina," ujarnya.

    SAPRI MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.