Baznas: Penghimpunan Zakat Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Sudibyo. TEMPO/Wahyu Setiawan

    Bambang Sudibyo. TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengklaim tingkat kepercayaan masyarakat meningkat terhadap pengelolaan zakat, tercermin dari kenaikan penghimpunan dana publik.

    Baca: Sambut Ramadan 2017, Baznas Siapkan Rp 2,4 Miliar

    Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan, penghimpunan zakat, infak dan sedekah secara nasional sepanjang tahun lalu mencapai Rp 5,12 triliun. Nilai itu meningkat 20 persen dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.

    “Kepercayaan masyarakay meningkat, yang dapat dilihat dari kenaikan penghimpunan dana publik," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu 24 Mei 2017.

    Bambang menjelaskan perolehan dana publik tersebut bersumber dari seluruh wilayah Indonesia. Penghimpunan dana oleh Baznas pusat tercatat senilai Rp111,69 miliar, sedangkan selebihnya bersumber dari Baznas Provinsi dan Kabupaten/Daerah serta lembaga amil zakat yang dikoordinasikan. 

    Adapun, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak dan sedekah pada 2016 tercatat telah mencapai sekitar 75 persen dari dana yang terhimpun.

    Lebih lanjut, Bambang menuturkan laporan keuangan Baznas 2016 juga meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Predikat WTP ini adalah hasil pemeriksaan akuntan publik terhadap laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi dan diaudit menggunakan norma pemeriksaan akuntansi zakat PSAK 109 tahun 2012.

    Menurut Bambang, pencapaian ini melengkapi prestasi yang sama pada tahun-tahun sebelumnya sejak lembaga penhimpun dan pengelola zakat ini didirikan. “Predikat WTP ini membuktikan Baznas adalah institusi pemerintah yang terpercaya dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan,” ujar Bambang.

    Bambang menambahkan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, Baznas akan selalu menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan. Apalagi, Baznas ditugaskan untuk mengelola dana umat sesuai amanah Undang-Undang No.23/2011 tentang Pengelolaan Zakat.

    Dengan capaian tersebut, pihaknya berharap masyarakat akan makin mempercayakan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas.

    Menyambut  Ramadan, Baznas memiliki berbagai program penyaluran zakat baik yang bersifat santunan maupun pemberdayaan. Berbagai program itu disiapkan lantaran rata-rata pengumpulan zakat secara nasional pada periode itu mencapai 30 persen dari total penghimpunan dana selama setahun.

    Sejumlah program itu antara lain Ramadhan Bareng, Ramadhan Bahagia, Umar Bin Khattab, 99 Masjid Cemerlang, Teras Sehat, Paket Ramadhan Bahagia, Peluncuran Buku Khutbah Zakat, Baznas Peduli Narapidana Wanita dan Siaga Mudik.

    Baca: BAZNAS Raih ISO 9001:2015 

    “Semangat ini perlu didukung dengan memberikan pelayanan terbaik kepada para muzaki, utamanya berupa kemudahan dalam menunaikan zakat. Pelayanan yang optimal juga terus diupayakan untuk para mustahik, golongan yang berhak menerima zakat, kata Bambang.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.