Jelang Lebaran, Impor Kurma Naik 49,3 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembeli berbelanja buah kurma di sebuah swalayan di Makassar, Minggu (29/7). TEMPO/Fahmi Ali

    Pembeli berbelanja buah kurma di sebuah swalayan di Makassar, Minggu (29/7). TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor Indonesia pada April 2017 mencapai US$ 11,93 miliar. Menurut Kepala BPS Suhariyanto, nilai impor pada April tersebut turun 10,20 persen jika dibandingkan impor pada Maret lalu. Berdasarkan data BPS, pada Maret, impor mencapai US$ 13,28 miliar.

    "Hal itu dipicu oleh turunnya impor nonmigas sebesar 6,26 persen dari US$ 11,01 miliar menjadi US$ 10,32 miliar dan turunnya impor migas sebesar 29,25 persen dari US$ 2,28 miliar menjadi US$ 1,61 miliar," kata Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin, 15 Mei 2017.

    Baca: BPS: Ekspor Nonmigas Mayoritas Masih ke Cina, AS, dan India

    Menurut Suhariyanto, kenaikan impor yang signifikan terjadi pada komoditas kurma, yakni mencapai 49,3 persen. "Ini sesuai pola konsumsi masyarakat menjelang puasa," katanya. Adapun penurunan impor terjadi pada komoditas cabe kering sebesar 35 persen, daging lembu 65 persen, kedelai 48 persen, dan bawang putih 2,7 persen.

    Menurut data BPS, peningkatan impor pada April 2017 dibandingkan Maret 2017 terjadi pada golongan serelia sebesar 17,45 persen, biji-bijian berminyak sebesar 29,26 persen, pupuk sebesar 21,14 persen, sisa industri makanan sebesar 11,97 persen, serta benda-benda dari besi dan baja sebesar 15 persen.

    Baca: BPS: Sejak Awal Tahun, Kunjungan Wisatawan Asing Naik

    Adapun penurunan impor terjadi pada golongan plastik dan barang dari plastik sebesar 7,54 persen, bahan kimia organik sebesar 11,37 persen, bahan bakar mineral sebesar 60,12 persen, mesin dan peralatan mekanik sebesar 10,22 persen, serta kapal laut dan bangunan terapung sebesar 63,46 persen.

    Jika dibandingkan dengan impor pada April 2016 yang mencapai US$ 10,81 miliar, impor pada April 2017 mengalami kenaikan sebesar 10,31 persen. Peningkatan terjadi pada impor nonmigas sebesar 9,16 persen dari sebelumnya US$ 9,45 miliar dan impor migas sebesar 18,26 persen dari sebelumnya US$ 1,36 miliar.

    Sementara itu, sepanjang Januari-April 2017, nilai impor Indonesia naik 13,51 persen menjadi US$ 48,53 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 42,76 miliar. Sepanjang tahun ini, impor nonmigas naik 7,59 persen menjadi US$ 40,34 miliar dan impor migas naik 55,71 persen menjadi US$ 8,19 miliar.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.