Lega, Pengguna Listrik 450 VA Masih Bisa Nikmati Subsidi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan di Jakarta, 30 November 2015. Tarif listrik pelanggan rumah tangga berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA pada Desember 2015 akan mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen. ANTARA/M Agung Rajasa

    Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan di Jakarta, 30 November 2015. Tarif listrik pelanggan rumah tangga berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA pada Desember 2015 akan mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Bukittinggi- Pengguna listrik golongan 450 volt ampere (VA) masih menerima subsidi.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan di tahun ini tak ada perubahan penyaluran subsidi pelanggan 450 VA. Adapun, pencabutan subsidi baru dilakukan kepada golongan 900 VA. Saat ini masih terdapat 23,5 juta pelanggan 450 VA.

    "Kalau yang 450 tetap subsidi, enggak ditarik sama sekali," ujarnya usai meresmikan penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya dan penggantian lampu LED di Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (12 Mei 2017).

    Khusus pelanggan golongan 900 VA, katanya, pencabutan subsidi yang dilakukan secara tiga tahap di di tahun ini. Pencabutan pertama dilakukan pada 1 Januari, 1 Maret dan 1 Mei 2017. Dengan pengurangan subsidi secara bertahap kepada sekitar 6 juta pelanggan setiap periodenya.

    Alhasil, pelanggan listrik 900 VA akan sama dengan 1.300 VA, ikut dalam mekanisme tariff adjustment, naik turun mengikuti fluktuasi harga minyak atau Indonesian Crude Price (ICP) dan kurs dolar Amerika Serikat (AS) mulai Juli 2017.

    Tapi kenaikan ini hanya untuk 18,7 juta pelanggan 900 VA dari data pelanggan 22,7 juta. Sisanya, masih termasuk rumah tangga tidak mampu dan tetap disubsidi karena tergolong keluarga tak mampu menurut TNP2K. Oleh karena itu, saat ini 18,7 juta pelanggan golongan 900 VA tak lagi menikmati subsidi.

    "Sampai per 1 Mei selesai. Jadi sekarang harganya [mengikuti] keekonomian," katanya.

    Di sisi lain, Jonan menginginkan agar Pemerintah Daerah juga mendata desa-desa yang masih belum tersentuh listrik. Tujuannya, agar akses listrik untuk seluruh masyarakat kian mudah. Pihaknya pun ingin menyediakan solar panel di rumah-rumah yang tersebar di 2.500 desa.

    "Apabila masih ada desa yang sama sekali tidak ada listriknya, sama sekali tidak ada jaringan listriknya. Bisa diajukan, kita mau coba pasang home solar system. Di 2.500 desa di Indonesia," katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Mulyadi mengatakan pihaknya pun ingin melakukan konsolidasi agar data penerima subsidi lebih akurat. Dengan demikian, subsidi yang disalurkan lebih tepat sasaran.

    Dia mengakui masih terdapat penerima subsidi listrik merupakan golongan mampu. "Tolong dilakukan perhitungan yang akurat. Jumlahnya begitu besar, kita juga enggak percaya," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.