Puasa, Pertamina Tambah Stok BBM di Kalimantan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil tengki usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada Terminal Pengisian BBM Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, 24 Juni 2016. Pertamina memproyeksikan pemakaian Premium selama H-15 hingga H+15 Lebaran mengalami kenaikan. Tempo/Tony Hartawan

    Mobil tengki usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada Terminal Pengisian BBM Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, 24 Juni 2016. Pertamina memproyeksikan pemakaian Premium selama H-15 hingga H+15 Lebaran mengalami kenaikan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Balikpapan -PT Pertamina (Persero) menambahkan stok pasokan BBM di Kalimantan selama memasuki bulan Ramadhan sepekan nanti.Tambahan kuota BBM jenis premium, pertalite, pertamax hingga solar sebesar 7 persen dari kebutuhan normal warga Kalimantan.

    “Akan ada tambahan kuota BBM selama bulan Ramadhan sebesar 7 persen dari kebutuhan normal,” kata Area Manager Communication & Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova, Kamis, 11 Mei 2017.

    Baca: Pertamina Bentuk Satgas Pantau Ketersediaan BBM & LPG

    Alicia mengatakan, kenaikan konsumsi BBM selama Ramadhan rutin terjadi setiap tahunnya. Menurutnya, Pertamina sudah mengantongi rata rata kenaikan konsumsi BBM selama Ramadhan terjadi setiap tahunnya. 

    Baca: Pertamina Upayakan BBM Aman Saat Musim Mudik 2017

    “Kenaikan konsumsi BBM dan LPG pada Ramadhan dan Idul Fitri merupakan hal yang sudah lumrah terjadi terutama jelang puncak arus mudik dan arus balik,” ujarnya.

    Selama bulan Ramadhan ini, Alicia menyebutkan, Pertamina menyiapkan stok premium sebesar 925 kilo liter per hari selama sebulan kedepan di Kalimantan Timur. Total pasokan premium ini meningkat 3 persen dari rata rata konsumsi normal warga di Kalimantan Timur.

    Adapun BBM non subsidi pertalite, Alicia menyatakan, Pertamina sudah menyiapkan langkah antisipasi kenaikan sebesar 16 persen atau 646 kilo liter per hari. Demikian pula konsumsi minyak tanah diprediksi naik hingga 12 persen atau sebesar 6,7 kilo liter per hari.

    “Solar diprediksi mengalami penurunan hingga 4 persen dengan rata-rata harian konsumsi 475 kilo liter dibandingkan dengan konsumsi normal,” ungkapnya.

    Selain itu, Pertamina juga mengantisipasi kenaikan konsumsi elpiji subsidi sebesar 360 metrik ton per hari atau meningkat 8 persen dari kebiasaan normal. Sedangkan elpiji non-subsidi diprediksi mengalami penurunan hingga 30 persen dengan rata-rata konsumsi 71,53 metrik ton per hari.

    Pertamina juga mempersiapkan tambahan konsumsi avtur pesawat menjadi 386 kilo liter per hari melayani penerbangan Bandara Sepinggan Balikpapan. Tambahan hingga 10 persen ini dianggap mencukupi memenuhi kebutuhan 88 penerbangan komersil dari 32 maskapai beroperasi di Bandara Sepinggan Balikpapan.

    Guna mengakomodasi tren konsumsi yang beragam tersebut, selain menambah stok produk merujuk tren yang timbul pada tahun sebelumnya, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai strategi guna mengamankan distribusi BBM dan LPG ke masyarakat, termasuk melakukan pemantauan berkala dan membentuk Tim Satgas.

    “Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang mulai aktif bekerja pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri. Satgas yang beranggotakan Internal Pertamina, koordinasi dengan pihak eksternal seperti pemerintah daerah setempat, pihak kepolisian hingga dinas-dinas terkait akan terus kami lakukan,” tutur Alicia.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.