Proyek Kereta Cepat, Dana Pinjaman Cair Bulan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. AP/Dita Alangkara

    Presiden Jokowi (tengah) meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan mendapat suntikan dana dalam waktu dekat. Dana pinjaman dari China Development Bank (CDB) segera cair.

    Direktur SDM dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya Tbk, Novel Arsyad, mengatakan dana tersebut akan dicairkan bulan ini. "Harapannya minggu kedua atau ketiga Mei bisa cair," kata dia di Gedung Magister Management FEB UGM, Jakarta, Rabu, 10 Mei 2017.

    Baca: Mei, Menteri Rini Targetkan Pinjaman Cina untuk Kereta

    Novel mengatakan pinjaman dari CDB dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama dana yang dicairkan sebesar US$ 1 miliar.

    Untuk tahap selanjutnya, Novel menyatakan tak tahu waktu dan besaran pencairan dananya. "Saya belum ikuti persisnya, tapi mestinya kalau sudah tahap pertama akan dilanjutkan tahap selanjutnya karena sudah konstruksi," ujarnya.

    Novel mengatakan proyek tersebut kini sudah menyelesaikan beberapa masalah. Salah satunya adalah pembebasan lahan di kawasan Halim Persanakusuma. "Lahan di Halim sudah clear, baik dengan pihak TNI Angkatan Udara, PT Angkasa Pura, dan warga," katanya.

    Simak: KCIC dan HSRCC Resmi Garap Kereta Cepat Jakarta Bandung

    CBD berjanji memberikan pinjaman senilai US$ 5,2 miliar atau Rp 69,4 triliun kepada PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). Sebelum dicairkan, CDB menetapkan beberapa syarat. Salah satunya adalah penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, and Construction.

    Persyaratan lainnya adalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) nasional. Lahan proyek belum bisa dibebaskan jika tak ada RTRW meski lokasi sudah ditetapkan. 

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.