Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 15,92 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monitor pergerakan saham gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Monitor pergerakan saham gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin, 8 Mei 2017.

    IHSG hari ini dibuka dengan penguatan 0,28 persen atau 15,92 poin di level 5.699,30 dan lanjut menguat 0,65 persen atau 36,82 poin di level 5.720,20 pada pukul 09.12 WIB.

    Pada perdagangan Jumat, 5 Mei 2017, IHSG ditutup menguat 0,25 persen atau 19,93 poin di level 5.683,38. Sebanyak 118 saham bergerak menguat, 39 saham bergerak melemah, dan 387 saham stagnan dari 543 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

    Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif, dengan dorongan utama dari sektor aneka industri yang menguat 1,5 persen, diikuti sektor pertanian yang naik 1,21 persen. Adapun hanya sektor konsumer yang membukukan pelemahan sebesar 0,14 persen.

    Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan dalam pekan pendek saat ini,  IHSG msih terlihat terus menunjukkan pola penguatan yang berkelanjutan.

    Menurutnya,  hal ini tentunya didukung oleh beberapa faktor diantaranya capital inflow yang msih berkelanjutan dan beberapa faktor lain diantaranya masih kuatnya fundamental perekonomian kita yang tercermin dari rilis data perekonomian sejak awal bulan yang terlansir dalam kondisi terkendali, serta jelang rilis data perekonomian

    "Hari ini yang diperkirakan masih akan dalam kondisi stabil, hari ini IHSG berpotensi menguat," tulisnya dalam riset, Senin, 8 Mei 2017.

    Di bursa regional, indeks FTSE Straits Time Singapura pagi menguat  0,17 persen, indeks FTSE KLCI Malaysia naik 0,09 persen, sedangkan indeks PSEi Filipina menguat 0,53 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.