Menteri Susi Minta Kasus Kapal Chuan Hong Diserahkan ke Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, di atas KRI Barakuda-633, saat peledakan kapal nelayan asal Thailand di Selat Dempo, Kepri, 9 Februari 2015. ANTARA/Joko Sulistyo

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, di atas KRI Barakuda-633, saat peledakan kapal nelayan asal Thailand di Selat Dempo, Kepri, 9 Februari 2015. ANTARA/Joko Sulistyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan meminta kapal MV Chuan Hong 68 yang ditangkap Malaysia agar diserahkan ke Indonesia. Hal ini agar pihak yang bertanggung jawab atas kapal tersebut bisa diproses secara hukum di Indonesia.

    "Saya belum tahu akan berapa lama itu dilakukan, tapi itu akan dilakukan secepatnya," kata Susi Pudjiastuti saat ditemui di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Mei 2017.

    Susi menuturkan belum mengetahui berapa angka kerugian dari pencurian besi dari bangkai kapal yang dilakukan kapal tersebut. Dia menambahkan akan mengirim tim ke Malaysiaa dan melihat keadaan di kapal tersebut.

    Baca: Kapal Keruk Cina Diduga Masuk RI, Menteri Susi: Saya Keberatan

    Susi mengakui sudah menghubungi Duta Besar Malaysia dan mengirim surat resmi pada 4 Mei, agar kapal dan awak kapal tersebut diserahkan ke Indonesia.

    Namun Susi menyatakan kerugian yang dihitung hanyalah nilai dari besi yang diambil, sedangkan dari sisi sejarah nilai besi itu dianggapnya tak ternilai. "Tak bisa membeli sejarah, tak ternilai sejarah itu harganya, priceless."

    Menurut Susi pencurian ini berkaitan erat dengan citra dan nama baik Indonesia, karena pencurian serupa pernah dialami oleh Indonesia sebelumnya. Dia menjelaskan pemerintah pernah mendapatkan keluhan dari Australia dan Belanda soal hilangnya bangkai kapal milik mereka di perairan Jawa.

    Simak: KKP Didesak Evaluasi Kaburnya Kapal Cina Curi Harta Karun Anambas

    Susi mengungkapkan Indonesia dianggap tak bisa melindungi situs sejarah dan menurutnya hal itu tidak bagus dalam pergaulan internasional. "Dalam pergaulan internasional penting negara kita dihormati dan disegani."

    Pada 20 April lalu, kapal Chuan Hong 68 melego jangkar di sekitar Pulau Damar, Kepulauan Riau. Masyarakat yang melihat kapal itu melaporkannya ke pihak TNI AL yang segera mengirimkan tim melihat kondisi di lokasi. Alasannya karena kapal itu melakukan pengerukan bawah laut.

    Saat diperiksa kapal tersebut membawa 1.000 ton besi berasal dari bangkai kapal yang lama karam di sana. Kapal tersebut kemudian melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh otoritas Malaysia pada 28 April lalu.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.