Gubernur BI Sebut ASEAN Masih Menarik untuk Tujuan Investasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo salam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2016 di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Kamis, 27 April 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo salam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2016 di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Kamis, 27 April 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo meyakini Asia masih menjadi primadona sebagai tempat investasi bagi investor global. Hal tersebut karena Asia sebagian besar didominasi negara-negara berkembang yang memiliki performa ekonomi baik dengan pertumbuhan positif produk domestik bruto.

    "ASEAN sekali lagi menjadi tempat investasi yang atraktif. Percepatan pertumbuhan di Asia yang sukses melakukan recovery setelah krisis merupakan salah satu bukti pencapaiannya," ujar Agus dalam acara Global Economic Outlook in ASEAN Perspective di Bank Indonesia, Jumat, 28 April 2017.

    Baca: Kemudahan Berusaha, Menko Darmin Ingin Salip Ranking Vietnam

    Menurut Agus, adanya stabilitas ekonomi yang mengalami progres membuat Asia memegang peranan penting dalam perekonomian global pada masa depan.

    Setelah 25 tahun terjadi krisis di Asia, kini dapat dilihat sebagian besar wilayah Asia, termasuk Indonesia, memiliki kekuatan yang besar dalam mengintegrasikan agenda ekonomi. "Proyek integrasi regional ini membuat harmoni dan sinergi di Asia," ucap Agus.

    Agus menuturkan, dalam setiap krisis yang dihadapi di kawasan, negara-negara di Asia juga cenderung lebih cepat dalam memulihkan ekonomi negaranya. "Ekonomi Asia kembali menguat dengan penguatan struktur ekonomi. Setelah itu, kawasan menyesuaikan diri dengan cepat dari pengalaman itu."

    Selain itu, kata Agus, pertumbuhan ekonomi di Asia rata-rata 5,5 persen per tahun dalam 15 tahun terakhir. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang berada di angka 3,9 persen. Adapun pada 2016, rata-rata pertumbuhan ekonomi Asia berada di angka 6,1 persen, hampir sama dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi global. Namun negara Asia menjadi penyumbang pertumbuhan tersebut, sehingga dapat tumbuh secara signifikan.

    Baca: BI Fokus Jaga Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi

    "Sumbangan nilai perdagangan ASEAN terhadap dunia meningkat ke level 6,9 persen pada 2015. Pertumbuhan nilai perdagangan ini mengindikasikan membaiknya perubahan struktur ke dalam wilayah ekonomi yang saat ini lebih terbuka," ujar Agus.

    DESTRIANITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.