Proyek Irigasi Lambat, Menteri Basuki: Butuh Duit Rp 930 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadumuljono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan (kedua kanan) meninjau Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, 17 Maret 2016. Bendungan Jatigede akan dimanfaatkan untuk irigasi, sarana penyedia air baku, dan PLTA. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadumuljono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan (kedua kanan) meninjau Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, 17 Maret 2016. Bendungan Jatigede akan dimanfaatkan untuk irigasi, sarana penyedia air baku, dan PLTA. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengakui proyek irigasi berjalan lambat akibat terbatasnya anggaran. "Kementerian PUPR membutuhkan anggaran  Rp 930 triliun selama lima tahun, sementara uang yang ada hanya Rp 380 triliun," kata  Basuki di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Selasa, 25 April 2017.

    Baca: Pemerintah Targetkan Perbaikan 3 Juta Hektare Lahan ...

    Menurut Basuki, anggaran untuk irigasi 2015 - 2016 adalah sebesar Rp 12 triliun. Dana itu untuk  untuk merehabilitasi saluran irigasi yang ada dan juga untuk pembangunan saluran irigasi baru. "Butuhnya Rp 40 triliun, besar sekali."

    Basuki melanjutkan, Kementerian PUPR  bisa menyiasatinya, namun target pembangunan tetap tak berubah. Ini yang membuat pencapaian proyek menjadi rendah.

    Di Kementerian PUPR, Basuki mengatakn, ada review rencana seperti evaluasi di tiap pertengahan tahun, di sanalah dilihat perkembangan tiap proyek. "Yang jalan lamban pembangunan irigasi, kalau rehabilitasi oke."

    Baca: Target Pembangunan Infrastruktur 2017 Fokus Pemerataan

    Mengenai soal dana, Basuki mengungkapkan pembangunan infrastruktur tak hanya memakai APBN tetapi juga kerja sama dengan badan usaha dan juga ada dana alokasi khusus. "Jadi pembangunan irigasi baru mungkin masih 26-27 persen," ucapnya.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.