BRI Berambisi Jadi Bank Paling Bernilai di ASEAN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, meresmikan peluncuran layanan perbankan di atas kapal yang dikelola oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk di Muara Angke, Jakarta, 4 Agustus 2015. Kapal Teras BRI dilengkapi dengan fasilitas perbankan yang ada di darat, seperti mesin ATM dan akan melayani masyarakat Kepulauan Seribu. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo, meresmikan peluncuran layanan perbankan di atas kapal yang dikelola oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk di Muara Angke, Jakarta, 4 Agustus 2015. Kapal Teras BRI dilengkapi dengan fasilitas perbankan yang ada di darat, seperti mesin ATM dan akan melayani masyarakat Kepulauan Seribu. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan ingin menjadi the most valuable bank di kawasan Asia Tenggara pada 2022. Hal itu tercantum dalam corporate plan pada 2018-2022.

    Wakil Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso mengatakan, untuk menjadi the most valuable bank di Asia Tenggara, perseroan akan mengejar beberapa indikator. Dua di antaranya adalah pertumbuhan laba bersih naik dua kali lipat dalam lima tahun, dan perkembangan kapitalisasi pasar lebih dari dua kali lipat pada lima tahun ke depan.

    Hingga 2016, perseroan memperoleh laba bersih senilai Rp26,19 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar perseroan sampai perdagangan pada Selasa, 18 April 2017,  berada pada kisaran Rp315,05 triliun.

    Untuk mencapai itu, bank dengan kode emiten BBRI itu memiliki beberapa cara yakni, pertama, perseroan akan kian fokus pada segmen andalannya yaitu, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kedua, memperkuat peran anak usaha, dan ketiga, mengubah bisnis proses ke arah teknologi agar bisa lebih cepat.

    "Sekarang, kami kan sudah fokus kepada UMKM. Nah nantinya akan menjadi lebih fokus lagi. Maksudnya, anak usaha kami pun juga didorong untuk memperkuat peranannya dalam bisnis segmen tersebut,” ujarnya pada akhir pekan lalu.

    Sejauh ini, Bank yang fokus bisnisnya pada segmen UMKM itu memiliki lima anak  usaha antara lain, PT BRI Syariah, PT BRI Agroniaga Tbk., BRI Remittance Co. Limited. Hong Kong, PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera, PT BRI Multifinance.

    Bank dengan kode emiten BBRI itu kembali berencana menambah anak usahanya, yakni pada bidang sekuritas dan modal ventura. Sunarso mengatakan, untuk sekuritas, perseroan pun melihat peluang bisnis pada sekuritas ritel. “Kalau selama ini, sekuritas itu bayangannya yang besar-besar, tetapi tampaknya sekuritas ritel juga banyak dibutuhkan,” ujarnya.

    Dia enggan menyebutkan detail sekuritas yang akan dicaplok perseroan, termasuk peluang Bahana Sekuritas yang sempat disebut seiring dengan proses holding BUMN perbankan. Di sisi lain, perseroan cukup membutuhkan anak usaha modal ventura dalam jangka dekat untuk mengakomodir kebutuhan usaha mikro yang sulit dilakukan lewat skema pembiayaan dengan bank.

    Sunarso menyebutkan,  harapannya perseroan sudah bisa merampungkan akuisisi perusahaan modal ventura pada tahun ini terkait dengan kebutuhannya. “Kami pun selalu sedia sekitar Rp5 triliun untuk aksi anorganik seperti ini, kalau ada barang dan butuh ya langsung akuisisi,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.