OJK Kenalkan Sistem Keuangan kepada Siswa Madrasah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peresmian Pembangunan MCK dan Tempat Wudhu oleh Pimpinan DKIP [kiri ke kanan: Salmatul Munawaroh (Kepala Madrasah), Burhadi (Ketua Yayasan Madrasah), Sudarmaji (Kepala DKIP), Tini Kustini (Investigator Eksekutif Senior), Hendra Jaya Sukmana (Direktur Investigasi Perbankan). (Dokumentasi OJK)

    Peresmian Pembangunan MCK dan Tempat Wudhu oleh Pimpinan DKIP [kiri ke kanan: Salmatul Munawaroh (Kepala Madrasah), Burhadi (Ketua Yayasan Madrasah), Sudarmaji (Kepala DKIP), Tini Kustini (Investigator Eksekutif Senior), Hendra Jaya Sukmana (Direktur Investigasi Perbankan). (Dokumentasi OJK)

    TEMPO.COTangerang - Pejabat dan staf Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajari siswa Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar di Desa Buaran Jati, Kabupaten Tangerang, Banten, tentang sistem keuangan dan perbankan di Indonesia pada Kamis, 30 Maret 2017. “Kami mengenalkan budaya menabung dan sistem keuangan melalui games yang interaktif sehingga siswa lebih cepat memahaminya,” kata Direktur Investigasi Perbankan OJK Hendra Jaya Sukmana, Jumat, 31 Maret 2017.

    Pengenalan sistem keuangan dan perbankan itu merupakan bagian dari program “OJK Peduli” yang digelar Departemen Pemeriksaan Khusus dan Investigasi Perbankan. Menurut Hendra, program ini digagas sebagai bagian dari implementasi Budaya Kerja OJK atau “OJK Way 2017”. “Biayanya kami kumpulkan dari sumbangan pribadi para staf di Departemen Pemeriksaan OJK,” kata Hendra.

    Para staf OJK, kata Hendra, masuk ke kelas-kelas di madrasah tersebut menjelaskan sistem keuangan, mengenalkan perbedaan bank dan bukan bank, seperti asuransi dan pasar modal, dana pensiun, dan lembaga keuangan mikro. “Agar anak-anak mengenal lebih dini sistem keuangan dan perbankan kita,” ucapnya.

    Menurut Hendra, pengenalan sistem keuangan sangat penting dikenalkan kepada anak-anak agar sejak awal mereka paham tentang investasi sehingga terbentuk pola pikir yang benar mengenai penggunaan uang dan fungsi lembaga-lembaga keuangan. Karena itu, cara menabung juga ditekankan agar mereka lebih menghargai uang dan cara memakainya untuk memberdayakan kemampuan mereka dan lingkungannya.

    Acara di MI Mathla’ul Anwar ini baru kegiatan pertama OJK Way. Menurut Hendra, kegiatan serupa akan digelar secara rutin setiap akhir triwulan di sekolah-sekolah, panti asuhan, dan kelompok masyarakat kurang mampu, yang dinilai membutuhkan pengetahuan dasar sistem keuangan. Pada kegiatan pertama dipilih madrasah ini, kata Hendra, karena sekolah ini termasuk sekolah tua. Berdiri pada 1960, kondisi fisiknya agak rusak.

    Karena itu, selain mengajar, para staf OJK menyumbang pembangunan infrastruktur berupa pembangunan sarana MCK (mandi, cuci, kakus) dan tempat wudu. Kepala Departemen Investigasi Khusus Perbankan Sudarmaji meresmikan pemakaian sumbangan tersebut saat diserahkan kepada Kepala Madrasah Salmatul Munawaroh dan Ketua Yayasan Mathla’ul Anwar Burhadi.

    BHD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.