AP II Resmikan Ruang Pantau di Bandara Soekarno Hatta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pengerjaan Terminal 3 Ultimate di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 30 April 2016. Terminal 3 Ultimate merupakan proyek Angkasa Pura II untuk membangun Bandara transit Internasional . TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suasana pengerjaan Terminal 3 Ultimate di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 30 April 2016. Terminal 3 Ultimate merupakan proyek Angkasa Pura II untuk membangun Bandara transit Internasional . TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Angkasa Pura II meresmikan ruang Command Center Apron Movement Control (AMC) di Bandara Soekarno Hatta. AMC adalah ruang pusat pemantauan aktivitas di apron terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

    Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, ruang yang tersentralisasi ini akan memudahkan anggota AMC berkoordinasi menjalankan tugasnya. Tugas mereka adalah memastikan keamanan di apron, mengatur serta memantau pergerakan pesawat sehingga berdampak pada kian kompetitifnya bandara.

    Baca: Soekarno-Hatta Jadi Smart Airport, Seperti Apa?

    "Ruang Ini dilengkapi dengan monitor yang dapat memantau seluruh sudut apron dan peralatan teknologi informasi yang mendukung pemantauan," kata Awaluddin, Senin 6 Maret 2017.

    Dia menambahkan bahwa Command Center AMC ini merupakan salah satu bentuk komitmen AP II mewujudkan smart airport melalui digitalisasi di sisi udara. "Command Center AMC ini juga disiapkan untuk mendukung beroperasinya penerbangan internasional di Terminal 3 dalam waktu dekat,"ujar Awaluddin.

    Terminal 3 sampai saat ini adalah terminal terluas yang ada di Indonesia, sehingga digitalisasi sebagaimana yang ada di Command Center AMC ini merupakan pilihan tepat dalam mendukung operasional.

    Baca: Listrik di Terminal 3 Soekarno-Hatta Padam

    Sebagai unit yang bertanggung jawab atas kelancaran pergerakan pesawat serta lalu lintas kendaraan dan orang di sisi udara, unit AMC akan mempergunakan Command Center ini untuk memaksimalkan kinerja sehingga berdampak pada efesiensi dan efektifitas operasional bandara maupun maskapai.

    Adapun istilah Command Center digunakan untuk merujuk bahwa ruang tersebut merupakan sentralisasi pengendalian dan operasional bagi para personil AMC. Hal ini berbeda dengan yang ada di Terminal 1 dan 2, di mana ruang AMC di masing-masing terminal itu di bagi menjadi tiga.

    Fasilitas yang tersedia di Command Center AMC Terminal 3 diantaranya adalah peralatan teknologi informasi terkini guna lebih maksimal dalam mengatur pergerakan di apron. Di apron Terminal 3 saat ini juga sudah terpasang visual docking guidance system atau VDGS yang merupakan alat berteknologi modern untuk memandu parkir pesawat, di mana alat ini juga terkoneksi dengan Command Center AMC.

    Sementara itu Head of Corporate Secretary dan Legal PT AP II Agus Haryadi mengatakan keberadaan Command Center AMC berfungsi untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kontrol, yang akan melengkapi fungsi dari sub tower di apron T3 dalam mendukung tower di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk memantau pergerakan pesawat. Adapun sub tower T3 dibangun oleh AP II di tengah Terminal 3 guna memantau pergerakan pesawat yang mengoperasikan rute penerbangan domestik maupun internasional.

    Lalu-lintas pesawat serta pergerakan di apron Terminal 3 saat ini dapat dikoordinasikan dan dipantau secara maksimal sehingga ke depan PT AP II berharap operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta semakin lancar dan banyak melayani penerbangan internasional.

    Diperkuatnya fasilitas pemantauan pergerakan pesawat ini merupakan salah satu upaya AP II dalam mempersiapkan peningkatan kapasitas dua runway di Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga dapat melayani 86 penerbangan pesawat per jam dari saat ini 72 penerbangan per jam.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.