Ketimpangan di Indonesia Masih Lebar, Ini Penjelasan Mensos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 25 Januari 2017. Rapat ini membahas evaluasi APBN Kementerian Sosial tahun 2016 dan isu-isu aktual lainnya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 25 Januari 2017. Rapat ini membahas evaluasi APBN Kementerian Sosial tahun 2016 dan isu-isu aktual lainnya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan ada sejumlah  penyebab masih lebarnya ketimpangan di Indonesia. Dua di antaranya yang paling berpengaruh adalah belum meratanya pembangunan infrastruktur dan akses yang terbatas.

    "Kalau satu jenis barang di kota lebih mudah aksesnya maka relatif lebih murah harganya. Semakin jauh aksesnya dari kota makin susah," kata Khofifah di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 28 Februari 2017.

    Khofifah mencontohkan daerah Papua yang   saat ini sedang dibangun jalan Trans Papua. Menurut dia, saat ini penyelesaian pembangunan jalan Trans Papua sudah mencapai 90 persen.

    Dia  yakin semakin mudahnya akses di daerah tersebut maka harga-harga barang bakal jadi lebih murah. "Kalau misalnya sudah selesai 100 persen, maka tengah pegunungan Papua sudah bisa terkoneksi akhirnya barang-barang akan jauh lebih murah," ungkap Khofifah.

    RICHARD ANDIKA | NN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.