Pajak STNK Naik, Ini Pengaruhnya Terhadap Industri Otomotif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato usai rapat dengan Kemenko Perekonomian membahas struktur harga gas industri, di Jakarta, 4 Oktober 2016. Tempo/Richard Andika

    Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato usai rapat dengan Kemenko Perekonomian membahas struktur harga gas industri, di Jakarta, 4 Oktober 2016. Tempo/Richard Andika

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan kenaikan biaya pengurusan STNK dinilai tak akan mengganggu indistri otomotif nasional. "Saya rasa bagi otomotif ya industri tidak akan terlalu terganggu karena Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sudah berlangsung lama dan tarif stagnan. Kewenangan ada di kepolisian," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis.

    Airlangga menambahkan, kenaikan tersebut juga tidak akan memberatkan konsumen. Dia beralasan untuk kepengurusan STNK, konsumen memiliki waktu satu tahun untuk mempersiapkannya.

    Baca: Biaya STNK Naik, Pasar Mobil di Bali Tetap Akan Mengeliat

    "Kalau STNK kan untuk jalan dan angkanya relatif dibandingkan harga otomotif. Konsumen harus mantainance itu kan lebih dari setahun," ujar Airlangga.

    Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mengatur beberapa hal terkait tarif baru pengurusan surat-surat kendaraan bermotor.

    Baca: Per 6 Januari, Tarif Penerbitan STNK Rp 100 Ribu

    Peraturan tersebut di antaranya penambahan atau kenaikan tarif untuk pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lintas batas negara.

    Untuk kendaraan roda dua dari Rp50.000 menjadi Rp100.000 sementara untuk roda empat dari Rp75.000 menjadi Rp200.000 dan kenaikan tarif juga berlaku untuk penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) baru dan ganti kepemilikan (mutasi).

    Besaran tarifnya dari Rp80.000 untuk roda dua dan tiga menjadi Rp225.000 dan kendaraan roda empat dari Rp100.000 menjadi Rp375.000, kemudian semua tarif baru tersebut mulai diberlakukan pada 6 Januari 2017.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.