Sentimen Bursa 2017:Gejolak Komoditas Hingga Kebijakan Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Recapital Sekuritas Indonesia mengemukakan sejumlah sentimen utama akan mempengaruhi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun 2017.

    Analis Recapital Sekuritas Indonesia Kiswoyo mengatakan sentimen tersebut adalah:  
    Secara umum, perekonomian Indonesia pada 2017 masih akan bertumbuh di tengah masih melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

    Konsumsi domestik dan pembangunan infrastruktur masih akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
        
    Investasi asing pada sektor riil akan berperan penting dalam percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya.

    Pertumbuhan middle-income class dapat menjadi pasar yang menjanjikan bagi bisnis khususnya sektor perbankan, properti, otomotif dan konsumsi.

    Sementara itu tantangan ekonomi di tahun 2017 adalah:

    -The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sampai tiga kali
    -Kebijakan-kebijakan bank sentral negara-negara besar lainnya seperti (Eropa dan Jepang maupun China)
    -Presiden terpilih AS Donald Trump akan menerapkan kebijakan perdagangan yang billateral dibandingkan perdagangan multirateral
    -Gejolak harga komoditas, salah satunya harga minyak dunia yang diperkirakan masih akan berlanjut
    -Kelanjutan dari isu Brexit (British Exit) dari Uni Eropa

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.