Ini Langkah Pemerintah Kendalikan Harga Cabai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cabai merah besar. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Cabai merah besar. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah strategi untuk mengendalikan lonjakan harga cabai di pasar agar di masa mendatang tak menimbulkan inflasi tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah manajemen stok bekerja sama dengan Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan Kementerian Perdagangan.

    ”Jadi, Bulog harus masuk untuk mengendalikan stok. Kalau harga naik, Bulog masuk ke pasar,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono seusai konferensi pers di kantornya, di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu, 28 Desember 2016.

    Namun, menurut Spudnik, untuk melakukan hal itu tidaklah mudah. “Karena kan di pasar udah ada pedagang. Nanti, kalau Bulog masuk, mereka cemberut tuh, ini orang tiap masuk nurunin harga melulu.”

    Salah satu upaya yang telah dimulai Kementan adalah memetakan kawasan hortikultura khusus cabai di lingkup nasional untuk menjamin ketersediaan stok. Spudnik mengatakan pihaknya telah membangun kerja sama dengan Kelompok Tani Mitra Ditjen Hortikultura (Champion) yang akan memasok hasil produksi cabai sesuai dengan harga wajar pemerintah.

    Champion yang dianggarkan dengan APBN, di antaranya, berlokasi di Magelang, Temanggung, Cianjur, Bandung, Garut, Lombok Timur, Sumedang, dan Tasikmalaya. “Jadi kami melakukan kesepakatan harga jual cabai. Jadi, walaupun nanti harga naik, Champion akan mengendalikan,” ucap Spudnik.

    Dengan demikian, ketersediaan stok cabai juga dapat dengan mudah diatur, mulai diatur dari waktu tanam hingga panen dan penjualan. “Memang pemerintah harus punya lahan khusus atau minta Bulog bukan hanya di hilir, tapi juga tingkat hulu,” tuturnya.

    Pasokan dari Champion, kata Spudnik, akan dibeli oleh PPI untuk kemudian masuk ke pasar dan membantu menstabilkan harga. “Yang sudah kerja sama sejauh ini baru PPI, Bulog belum,” ujarnya. Dinilai dari kesiapan pasokan, menurut dia, Champion hingga hari ini telah siap merealisasi pasokan cabai hingga 10 ribu ton per hari.

    Untuk wilayah DKI Jakarta saja, misalnya, pasokan Champion mencapai 30 persen dari total kebutuhan. Dan, pada November hingga Desember ini, Champion akan memasok 8-10 ton per hari dengan harga sampai Jakarta untuk cabai merah keriting sebesar Rp 22 ribu per kilogram dan cabai rawit merah sebesar Rp 17 ribu per kilogram.

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.