Januari 2017, PLN Pastikan Subsidi Listrik 900 VA Dicabut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan, Jakarta, 6 Januari 2016. PT PLN (Persero) berencana akan membebaskan biaya tambah daya listrik untuk pelanggan 450 dan 900 ke 1.300 Volt Ampere (VA) yang berlaku bagi pelanggan rumah tangga. ANTARA/M Agung Rajasa

    Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan, Jakarta, 6 Januari 2016. PT PLN (Persero) berencana akan membebaskan biaya tambah daya listrik untuk pelanggan 450 dan 900 ke 1.300 Volt Ampere (VA) yang berlaku bagi pelanggan rumah tangga. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta – PT PLN (Persero) memastikan mulai awal Januari 2017 subsidi listrik golongan 900 VA akan dicabut. Pasalnya, kelompok golongan pengguna ini dinilai tidak berhak menerima subsidi listrik dari pemerintah.

    “Ada sekitar 18 juta dari 23 juta pelanggan listrik 900 VA yang subsidinya akan dicabut,” ujar Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun di kantor pusat Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Jakarta, Jumat, 18 November 2016. “Sementara sekitar 4 juta pelanggan 900 VA yang menerima subsidi telah divalidasi kembali.”

    PLN menargetkan pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA akan dilakukan pada Juli 2016. PLN menilai sebenarnya hanya terdapat 4,3 juta pelanggan 900 VA dan semua pelanggan 450 VA yang layak mendapat bantuan pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral saat itu, Sudirman Said, mengatakan, jika pencabutan tidak segera dilakukan, anggaran bakal membengkak setiap bulan.

    Dari data Kementerian Energi, pada Januari hingga Februari 2017, pelanggan listrik golongan 900 VA yang subsidinya akan dicabut masih akan dikenai biaya pemakaian reguler untuk blok III (di atas 60 kWh) adalah Rp 682 per kWh, blok II (20–60 kWh) sebesar Rp 582 per kWh, dan blok III (di bawah 20 kWh) Rp 360 per kWh. Sementara biaya prabayar dikenai Rp 791 per kWh.

    Nantinya, pada Mei 2017, subsidi untuk pelanggan listrik golongan 900 VA-RTM seluruhnya akan dicabut. Pelanggan akan dikenai biaya pemakaian reguler untuk semua blok sebesar Rp 1.352 per kWh dan biaya prabayar Rp 1.352 per kWh. Biaya pemakaian tersebut akan setara dengan pengguna listrik non-subsidi 1.300 VA ke atas.

    FAJAR PEBRIANTO | GG



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.