Program Indonesia Terang Harus Sukses  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tower listrik yang diberada di tempat pengolahan sampah di pabrik Suzhou Wujiang Everbright Lingkungan Energy Ltd di Wujiang, provinsi Jiangsu, Cina, 8 November 2016. Pabrik ini mampu mengolah sampah sebanyak 1.500 ton yang mampu mengahsilkan tenaga listrik 500 KW. REUTERS/Aly Song

    Tower listrik yang diberada di tempat pengolahan sampah di pabrik Suzhou Wujiang Everbright Lingkungan Energy Ltd di Wujiang, provinsi Jiangsu, Cina, 8 November 2016. Pabrik ini mampu mengolah sampah sebanyak 1.500 ton yang mampu mengahsilkan tenaga listrik 500 KW. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.COJakarta – Pelaksanaan Program Indonesia Terang (PIT) yang dicanangkan pemerintah pusat pada Mei 2016harus sukses. Demikian pernyataan legislator Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, Fredy Panca Sinedu, di Tahuna, Rabu, 16 November 2016.

    Menurut anggota DPRD dari Fraksi Gerindra itu, di Kabupaten Sangihe, sebagai wilayah kepulauan di perbatasan Indonesia-Filipina, masih ada masyarakat yang belum menikmati pelayanan listrik.

    "Program listrik masuk desa yang pernah dilaksanakan belum bisa melayani semua masyarakat di Kepulauan Sangihe," katanya.

    Dengan demikian, PIT diharapkan bisa menjangkau semua wilayah permukiman masyarakat yang belum menikmati listrik dari PLN.

    "Program Indonesia Terang ini kiranya bisa menjangkau semua rumah penduduk yang belum menikmati listrik," ujarnya.

    Menurut Fredy, di Kecamatan Tabukan Utara saat ini masih ada wilayah permukiman yang belum memiliki jaringan listrik.

    "Wilayah Kedang, Tabukan Utara, yang dihuni 40 keluarga, belum memiliki jaringan listrik. Bahkan untuk transportasi hanya bisa dijangkau melalui jalan kaki," katanya.

    Dia berharap pemerintah daerah bisa memperjuangkan pengadaan alat penerang kepada pemerintah pusat melalui program Indonesia terang. 

    "Kami berharap awal tahun 2017 semua masyarakat di Kabupaten Sangihe bisa menikmati listrik melalui Program Indonesia Terang," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.