Bank Pemerintah Bakal Luncurkan 1.000 ATM, Link Jadi Anchor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah nasabah melakukan transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) center di Surabaya, Jatim, Selasa (7/8). ANTARA/M Risyal Hidayat

    Sejumlah nasabah melakukan transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) center di Surabaya, Jatim, Selasa (7/8). ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Himpunan Bank Negara atau Himbara meluncurkan 1.000 anjungan tunai mandiri pada Desember 2016. Untuk electronic data capture (EDC) bakal dilakukan sambil berjalan.

    "Karena ini multi-operate, kami lagi buat supaya nanti jangan sampai malah tidak nyaman bagi kami," kata Deputi Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lainnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Gatot Trihargo, saat ditemui di sela Mandiri Karnaval di Jakarta, Minggu, 30 Oktober 2016.

    Himbara terdiri atas empat bank badan usaha milik negara, yakni Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara.

    Sebelumnya, Bank Indonesia telah memberikan izin pembentukan perusahaan operasional sistem pembayaran atau switching untuk penyatuan ATM kepada Himbara.

    Saat ini, pembentukan perusahaan switching tengah digodok oleh Kementerian BUMN. PT Sigma Citra Caraka (Telkomsigma atau Link), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia, akan menjadi mitra untuk mendirikan perusahaan tersebut.

    "Bank Indonesia sudah setuju Link sebagai anchor-nya," kata Gatot.

    Dengan adanya integrasi keempat bank BUMN tersebut, Himbara memastikan akan menurunkan tarif transfer dan tarik tunai di mesin ATM. Pada 4 Oktober 2016, Ketua Umum Himbara Asmawi Syam masih menghitung seberapa besar penurunan tarif untuk transfer dan tarik tunai tersebut.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.