IHSG Dibuka Menguat Tipis 0,12 Persen ke Level 5.415,47  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung tengah memperhatikan pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Desember 2014. Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung tengah memperhatikan pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Desember 2014. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia Senin, 24 Oktober 2016, dibuka menguat 6,22 persen atau 0,12 persen ke level 5415,47. Dalam penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG ditutup menguat tipis 5,55 poin atau 0,13 persen di 5.409,24 setelah bergerak naik-turun dalam rentang 21 poin.

    Dari 538 saham yang diperdagangkan, sebanyak 86 saham menguat, 27 saham melemah, 67 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan.

    Dari seluruh indeks sektoral yang diperdagangkan di Bursa Efek, hanya sektor konsumer dan manufaktur yang masih berada di zona merah dengan pelemahan masing-masing 0,2 persen dan 0,1 persen. Sedangkan penguatan terbanyak ditopang oleh sektor agrikultur yang menguat 1,2 persen dan pertambangan 0,6 persen.

    Dari kawasan Asia, Indeks Nikkei 225 Tokyo Jepang dan Indeks Hang Seng Hongkong masih dibuka di teritorial negatif dengan pelemahan masing-masing 0,04 persen dan 0,36 persen di level 17.177,85 dan 23.290,82.

    Indeks Shanghai Cina dan Strait Times Singapura kompak menguat 0,19 persen di level 3.096,89 dan 2.836,48.

    Analis ekonomi dari First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan pada awal pekan terakhir Oktober ini IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi namun berpeluang menguat.

    Dari domestik, pasar akan mengantisipasi sejumlah rilis kinerja kuartal III emiten sektoral yang bakal banyak keluar pada akhir Oktober ini. Dari eksternal, tantangan pergerakan IHSG akan dipicu oleh tren penguatan dolar Amerika Serikat yang berimbas terhadap pergerakan harga komoditas dan mata uang rupiah.

    "IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.380 dan resistan di 5.430, berpeluang menguat terbatas," ujar David Sutyanto dalam pesan tertulisnya.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.