Pemerintah Diminta Tingkatkan Potensi Industri Diecast  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat mainan miniatur tokoh komik di Gor Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/12). Pameran mainan terbesar yang bertajuk Jakarta Toys Mania 2008 berlangsung hari ini hingga 7 Desember 2008.TEMPO/Wahyu Setiawan

    Pengunjung melihat mainan miniatur tokoh komik di Gor Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/12). Pameran mainan terbesar yang bertajuk Jakarta Toys Mania 2008 berlangsung hari ini hingga 7 Desember 2008.TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelenggara pameran Diecast, Indonesia Diecast Expo (IDE), berharap pemerintah turut mengembangkan industri miniatur mainan ini karena memiliki potensi ekonomi yang besar.

    "Diecast merupakan industri potensial yang harusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sebenarnya tidak hanya pemerintah, kami berekspektasi juga para investor," kata Ketua Penyelenggara IDE 2016 Arya Lembana di Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Ia menjelaskan, Indonesia berpotensi memproduksi Diecast sendiri karena mempunyai bahan baku dan sumber daya manusia potensial yang terlihat dari banyaknya customizer Diecast.

    "Kita memiliki Asosiasi Importir Mainan Indonesia, kenapa harus impor? Kita pada dasarnya mampu. Jadi, harapan kami, pemerintah atau investor dapat mendorong Diecast dapat menjadi industri lokal. Kami berharap, ada Hotwheels versi Indonesia, mungkin namanya Mobilan," kata Arya.

    Potensi ekonomi Diecast juga terlihat dari perhelatan IDE 2016 yang diminati pengunjung. Tahun ini, penyelenggara optimistis dapat menarik 15 ribu pengunjung atau naik dari jumlah pengunjung tahun lalu sejumlah 10 ribu orang.

    "IDE ini diharapkan sebagai umpan bagi pemerintah atau investor bahwa Diecast merupakan industri yang potensial," ujar Arya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.