Kementerian PUPR Perluas Saluran Irigasi di Kalimantan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di acara Seminar Nasional IIGF, Jakarta, 17 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di acara Seminar Nasional IIGF, Jakarta, 17 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana memperluas saluran irigasi yang terdapat di beberapa area di Kalimantan Selatan, guna meningkatkan infrastruktur ketahanan pangan sesuai Nawa Cita.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan hal tersebut saat melakukan blusukan mengecek beberapa infrastruktur mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu provinsi lumbung pangan nasional baru-baru ini.

    Saat meninjau pembangunan saluran irigasi DI Amandit, Menteri Basuki menjelaskan bahwa Bendung Amandit kapasitasnya dapat mengairi 5.427 hektare. Namun, saat ini baru dapat mengairi lahan seluas 2.000 hektar.

    "Airnya sayang sekali baru setengahnya dimanfaatkan, karena di sini kualitas airnya bagus," ujarnya, seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 5 Oktober 2016.

    Untuk itu, Kementerian PUPR akan membangun saluran irigasi primer sepanjang 26.852 meter yang airnya bersumber dari Bendungan Amandit dan saluran irigasi sekunder sepanjang 49.784 meter. Hal ini guna dapat memaksimalkan pemanfaatan saluran irigasi yang dapat menjangkau 5.427 hektare area persawahan.

    Dia menargetkan pembangunan dengan anggaran Rp 96,7 miliar tersebut dapat selesai pada 2017 atau 2018. Sementara ini, progres pembangunan konstruksi saluran irigasi Amandit telah mencapai 37,17% dengan progres keuangan 79,83%.

    Sementara itu, saat meninjau pembangunan saluran irigasi Batang Alai, Menteri Basuki meminta kontraktor untuk mengecek lagi kualitas pekerjaan dengan spesifikasi yang ada.

    Hal tersebut dilakukan agar umur beton saluran dapat bertahan selama 10 tahun sehingga biaya operasi dan pemeliharaannya tidak besar. "Bila tidak sesuai dengan spesifikasi, saya minta bongkar," tegasnya.

    Daerah irigasi Batang Alai memiliki luas potensial mencapai 5.692 hektare. Saat ini pemerintah tengah membangun saluran irigasi primer sepanjang 3.500 meter dan saluran sekunder 30.233 meter.

    Pembangunan senilai Rp 234,5 miliar tersebut telah dikerjakan sejak 2015 dan ditargetkan selesai pada 2017. Saat ini konstruksi fisiknya baru mencapai 19,61% dan progres keuangan mencapai 68,71%.

    Pembangunan saluran irigasi di daerah lainnya yaitu DI Pitap menggunakan anggaran Rp 265,5 miliar, dan memiliki potensi pengairan hingga 4.000 hektare. Namun, saat ini baru mencapai 1.000 hektare.

    Untuk itu Kementerian PUPR akan membangun saluran primer sepanjang 550 meter dan saluran sekunder sepanjang 32.550 meter, dan ditargetkan selesai pada 2017. Saat ini progres fisiknya baru mencapai 10,06% dan progres keuangannya 45,7%.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.