Wall Street Melemah di Tengah Pemulihan Ekonomi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Charles Rex Arbogast

    AP/Charles Rex Arbogast

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham AS berakhir lebih rendah pada Senin atau Selasa pagi WIB, 4 Oktober 2016, setelah bergerak di kisaran ketat karena Wall Street mempertimbangkan data ekonomi untuk lebih banyak indikasi tentang kesehatan perekonomian negara itu.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 54,30 poin atau 0,30 persen menjadi ditutup pada 18.253,85. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 7,07 poin atau 0,33 persen menjadi berakhir di 2.161,20, dan indeks komposit Nasdaq berkurang 11,13 poin atau 0,21 persen menjadi 5.300,87, demikian dilaporkan Xinhua.

    Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS dari Markit yang disesuaikan secara musiman sedikit menurun menjadi 51,5 pada September dari angka Agustus di 52,0, yang merupakan peningkatan terlemah dalam kondisi bisnis secara keseluruhan sejak Juni.

    Indeks pembelian manajer September tercatat 51,5 persen, meningkat 2,1 persen dari angka Agustus pada 49,4 persen, menurut Institute for Supply Management (ISM), Senin lalu.

    "Penurunan indeks manufaktur ISM untuk Agustus ke wilayah kontraksi mungkin hanya terkait dengan otomotif, karena manufaktur mencatat ekspansi secara moderat pada September," kata Sophia Kearney-Lederman, seorang analis ekonomi di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

    Di pasar luar negeri, pasar di Cina tutup karena hari libur nasional. Bursa saham Tokyo ditutup lebih tinggi pada Senin, karena pelemahan yen terhadap dolar AS mengangkat sentimen investor dan mengirim saham-saham eksportir lebih tinggi, sedangkan berkurangnya kekhawatiran tentang keadaan keuangan Deutsche Bank menambah optimisme pasar.

    Pasar ekuitas Eropa naik pada Senin karena mempertimbangkan perkembangan penyelesaian Deutsche Bank dan proses Brexit Inggris. Indeks acuan Inggris FTSE 100 melonjak 1,22 persen, sedangkan indeks CAC 40 Prancis naik tipis 0,12 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.