Waskita Beton Kantongi Kontrak Baru Rp7 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengangkut bahan konstruksi saat melakukan pembuatan tiang pancang (spun pile)  di Pabrik Waskita Beton Precast, Karawang, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    Pekerja mengangkut bahan konstruksi saat melakukan pembuatan tiang pancang (spun pile) di Pabrik Waskita Beton Precast, Karawang, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Korporasi beton, PT Waskita Beton Precast Tbk., mengantongi kontrak baru Rp7 triliun sampai pekan ketiga September 2016 atau 92% dari target kontrak baru Rp7,76 triliun sepanjang 2016.

    Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan realisasi kontrak baru sampai akhir 2016 bisa melebihi target yang telah ditetapkan perseroan. “Bisa sampai Rp8 triliun,” katanya seusai acara pencatatan saham perdana di Gedung BEI, Selasa, 20 September 2016.

    Selain kontrak baru tersebut, emiten berkode saham WSBP itu juga mengantongi kontrak bawaan (carry over) senilai Rp3,2 triliun. Dengan kontrak yang diperoleh, perusahaan telah membukukan penjualan Rp2,5 triliun dan laba bersih Rp310 miliar sampai Agustus 2016.

    Sampai akhir Desember 2016, Jarot menargetkan penjualan sebesar Rp4,7 triliun dan laba setelah pajak Rp620 miliar. Target penjualan itu lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan awal sebesar Rp4,9 triliun. “Tapi target laba bersih kita tetap,” katanya.

    Kinerja perusahaan tersebut ditopang oleh kapasitas produksi perseroan sebesar 2,3 juta ton pada saat ini. Jarot mengatakan kapasitas produksi dapat mencapai 2,6 juta ton sampai akhir 2016. Produksi sampai saat ini berasal dari 8 pabrik yang dimiliki oleh perseroan.

    Jarot mengatakan perusahaan berencana menambah 2 pabrik lagi dimana perusahaan sedang membangun pabrik di Palembang, Sumatera Selatan dengan kapasitas produksi 250.000 ton dan berencana membangun pabrik di Klaten, Jawa Tengah berkapasitas 100.000 ton.

    Menurutnya, sebagian besar produk yang diproduksi oleh perseroan dikonsumsi oleh induk usahanya yang bergerak di bidang usaha konstruksi dan investasi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dengan porsi 85%.

    Sisanya, sekitar 15% dikonsumsi oleh pemerintah dan perusahaan swasta. Jarot mengatakan pihaknya belum berencana melakukan perluasan usaha ke luar negeri. “Kami masih akan kaji lagi pasar luar negeri,” katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.