Pelindo I Ajukan Rp 250 Miliar untuk Pelabuhan Kuala Enok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelindo I (Persero) mengajukan investasi senilai Rp 250 miliar untuk membangun infrastruktur penunjang Pelabuhan Kuala Enok, Indragiri Hilir, Riau.

    Mulyono, General Maneger PT Pelindo I Tembilahan mengatakan pengajuan investasi jangka menengah itu tengah dibahas oleh pihak internal, pemerintah dan pihak terkait lainnya. Pelindo I mencatatkan laba Rp715 miliar di sepanjang tahun lalu.  "Tahun ini, kita sudah mendapatkan alokasi dana investasi Rp5 miliar," katanya, Jumat, 5 Agustus 2016.

    Pelindo I akan membangun dan membenahi beberapa infrastruktur penunjang pelabuhan antara lain, tempat penimbunan barang, pengerukan alur, tangki timbun cruide palm oil. Pembangunan tersebut digesa dan akan dimulai dalam waktu dekat.

    Pelindo telah menandatangi MoU dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Perusahaan plat merah itu akan menggandeng BUMD Provinsi Riau PT Riau Investment Corp dan beberapa BUMD Kabupaten Indragiri Hilir. 

    Mulyono mengatakan pemerintah pusat perlu menggesa perbaikan dan pembangunan akses jalan di Kabupaten Indragiri Hilir. Pemerintah pusat akan mengucurkan APBN senilai Rp350 miliar untuk itu. 

    Sementara itu, Bupati Indragiri Hilir H.M Wardan berupaya agar pelabuhan itu bisa beroperasi dalam waktu dekat. Karena pelabuhan itu tidak beroperasi selama bertahun-tahun. "Bukan hanya perekonomian Indragiri Hilir yang akan diuntungkan. Tetapi juga perekonomian Riau," katanya. 

    Wardan mengatakan, pemilihan kawasan Kuala Enok sebagai pelabuhan alternatif tersebut sebagai upaya mendorong pembangunan dan pemerataan arus barang di provinsi itu, khususnya di selatan Riau dan provinsi tetangga seperti Jambi. 

    Pemerintah optimistis dengan pengembangan areal Pelabuhan Samudera Kuala Enok dengan luas 105 hektare akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

    Jika operasional Pelabuhan itu bisa digesa, maka perusahaan pelayaran yang hendak melakukan ekspor sejumlah komoditas unggulan daerah seperti minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dan minyak kelapa (crude cocunut oil CCO), cangkang dan karet. 

    Pemerintah berupaya menggenjot ekspor komoditas tersebut ke beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika Serikat dengan dioperasikannya pelabuhan Kuala Enok. Pelabuhan tersebut juga menghubungkan langsung ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.