Pengoperasian Terminal 3 Dongkrak Kunjungan Wisata ke Banten

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang tunggu di terminal keberangkatan Terminal 3 Ultimate Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, 10 Juni 2016. Tempo/Rully Kesuma

    Ruang tunggu di terminal keberangkatan Terminal 3 Ultimate Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, 10 Juni 2016. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pengoperasian Terminal 3 Ultimate di Bandara Internasional Soekarno Hatta  pada 9 Agustus mendatang berpotensi mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Banten, terutama wisatawan nusantara.

    Hal tersebut sejalan dengan pengalihan sebanyak 126 rute penerbangan atau 70% dari total penerbangan dari Terminal 2 ke Terminal 3 Ultimate. Keberadaan Terminal 3 Ultimate dengan kapasitas hingga 25 juta penumpang bakal menggenjot kapasitas Bandara Internasional Soekarno Hatta menjadi 60 juta penumpang dari sebelumnya hanya 20 juta penumpang.

    Branding terhadap Provinsi Banten, khususnya yang sudah dilakukan saat ini yakni mengumumkan lokasi pendaratan pesawat dari sebelumnya Cengkareng, Jakarta menjadi Tangerang, Banten, merupakan langkah awal untuk mendukung upaya kami meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Banten,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Opar Suhari, Jumat, 5 Agustus 2016.

    Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten, kunjungan wisatawan mencapai 14,13 juta orang yang meliputi wisatawan nusantara sebanyak 14 juta dan wisatawan mancanegara 127.000 orang pada tahun lalu.

    Secara nasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga 20 juta pada 2019. Disbudpar Banten sendiri optimistis provinsi ini mampu menyumbangkan sekitar 1 juta wisman pada 2019.

    Pada tahun ini, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran hingga Rp900 miliar untuk membangun sejumlah infrastruktur guna meningkatkan daya tarik Banten sebagai pusat industri dan pariwisata.

    Adapun, pembenahan infrastruktur akan diprioritaskan untuk tujuh ruas jalan yakni Cipanas-Warung Banten, Tanjung Lesung, Sempu-Cilaku, Pariji-Sukamana, Lopang- Banten, Ciluas-Pontang, dan Serpong.

    “Selama ini, keberadaan Bandara Internasional Soekarno Hatta belum berdampak signifikan karena kebanyakan penumpang hanya transit di Tangerang. Oleh karena itu, kami tahun ini gencar mengadakan banyak acara kebudayaan untuk menarik minat mereka,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten Achmad Sari Alam mengakui butuh upaya keras untuk mengubah minat wisatawan yang semula hanya transit di Tangerang.

    “Infrastruktur misalnya, juga harus diperhatikan. Saat ini, jalan menuju bandara sudah sangat padat sehingga jika tidak ada upaya pelebaran atau penambahan jalur alternatif, maka target hanyalah sebuah target,” ucapnya.

    Tak hanya itu, persoalan ketersedian sarana prasarana pendukung pariwisata misalnya hotel, balai pertemuan, dan restoran juga memiliki peran signifikan untuk meningkatkan kunjungan ke wisatawan.

    Selama ini, menurutnya, sarana prasarana tersebut sudah tersedia lengkap di kawasan Tangerang Raya. Hal tersebut diakuinya cukup potensial untuk menggenjot pangsa pasar Meetings, Incentives, Conference, and Exhibitions (MICE) di kawasan tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.