Aptrindo-Bina Marga Tinjau Tol Seksi-E2 Tanjung Priok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan jalan Tol Tanjung Priok. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Pembangunan jalan Tol Tanjung Priok. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum meninjau langsung pengerjaan proyek pembangunan jalan tol section E2-Pelabuhan Tanjung Priok yang ditargetkan bisa beroperasi pada Maret 2017.

    Peninjauan dilakukan Kabid Pelaksana II Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Ditjen Bina Marga, Bambang Nurhadi dan Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan, pada Rabu (3 Agustus 2016) itu, selain untuk memastikan target operasional akses tol penunjang kegiatan logistik dari dan ke pelabuhan Priok itu juga memastikan kekuatan struktur jalan tol tersebut.

    Gemilang mengatakan, pengoperasian akses tol section E2 Tanjung Priok sangat dinantikan oleh pelaku usaha logistik khususnya para pengusaha angkutan barang dan peti kemas lantaran akses tersebut diyakini memperlancar arus delivery barang yang berimbas pada efisiensi logistik.

    Dia mengatakan, dengan tersedianya akses tol langsung pelabuhan Priok tersebut diharapkan diimbangi dengan perbaikan pelayanan di terminal pelabuhan. “Jangan sampai nanti akses distribusinya sudah tersedia dan lancar namun layanan di pelabuhan justru tidak bisa mengimbanginya. Ini juga akan jad masalah,” ujarnya.

    Bambang Nurhadi mengatakan pekerjaan konstruksi tol akses Pelabuhan Tanjung Priok itu diharapkan  selesai pada Januari 2017 dan mulai beroperasi Maret 2017. “Pekerjaan jalan tol yang belum selesai tinggal sepanjang 2,7 km lagi atau tinggal 20 %,” ujarnya.

    Dia mengatakan, konstruksi jalan tol Tanjung Priok tersebut menggunakan pondasi ultimate design yang dirancang siap menerima beban 8-10 ton/ m2 dengan ketebalan flat 3,2 cm dengan masa pakai atau life time bisa sampai 50 tahun jika dilakukan perawatan sesuai standar.

    “Akses tol ini untuk mendorong percepatan aktivitas logistik dari dan ke pelabuhan Priok,” ujar dia.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.