Dorong Industri, Pemerintah Perluas 13 Pabrik Gula

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengoperasikan mesin traktor untuk menarik lori tebu di Pabrik Gula Tasikmadu Karanganyar, 27 Juni 2016. Pabrik ini ditargetkan mampu memproses 3,5 juta kuintal tebu pada tahun ini. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Petugas mengoperasikan mesin traktor untuk menarik lori tebu di Pabrik Gula Tasikmadu Karanganyar, 27 Juni 2016. Pabrik ini ditargetkan mampu memproses 3,5 juta kuintal tebu pada tahun ini. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan melakukan upaya ekstensifikasi sekaligus intensifikasi untuk membangun industri gula nasional. Khusus untuk ekstensifikasi, misalnya, pemerintah akan menyiapkan lahan bagi 13 pabrik gula yang ada untuk memproduksi tebu.

    “Ada 13 pabrik yang sudah berdiri, kami siapkan lahan 380 ribu hektare,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Juli 2016.

    Bila upaya ekstensifikasi ini direalisasikan, menurut Amran, industri gula bisa bergerak cepat dan bisa operasi. “Dalam 3-5 tahun sudah bisa menghasilkan gula.”

    Amran mengatakan, nilai investasi yang dibutuhkan untuk ekstensifikasi satu pabrik gula, baik di sisi budidaya (on farm) maupun pengolahan tebu di pabrik (off farm), adalah sekitar Rp 5 triliun. "Tapi itu dengan kapasitas 10 ribu ton cane per day (TCD)," tutur Amran menambahkan.

    Sementara itu, untuk intensifikasi industri gula, pemerintah akan fokus dalam perbaikan ratun, persiapan bibit unggul, serta perbaikan pabrik-pabrik gula yang ada. "Untuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara), akan fokus pada peningkatan produksi serta perbaikan rendemen, bibit, dan ratun," kata Amran.

    Amran optimistis dengan adanya program ekstensifikasi maupun intensifikasi dalam industri gula yang akan dilakukan pemerintah itu, target produksi akan tercapai. Dia pun meyakini, harga gula bisa turun dengan kedua program tersebut. "Kami yakin (harga gula) bisa turun.”

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan harga gula yang saat ini dibanderol Rp 16.000 per kilogram di pasaran masih terlalu tinggi. Ia berharap, pada akhir tahun ini, harga gula akan berada di kisaran Rp 12.500 per kilogram meskipun pasokan gula di pasar global menurun.

    Untuk menurunkan harga gula itu, pemerintah akan mendorong Perum Bulog untuk meningkatkan stok gula melalui pembelian dari pabrik-pabrik gula. Bila perlu, kata Darmin, pemerintah akan menambah kuota impor untuk memastikan pasokan dan harga gula di dalam negeri terjaga.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.