ESDM Lepas 120 Patriot Energi ke 105 Desa Terpencil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Mumpuni menjadi pembicara inspiratif dalam acara Satu Indonesia Awards di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 17 Maret 2015. Penghargaan ini kembali dibuka untuk menjaring generas muda inspiratif di bidang lingkungan, teknologi, wirausaha, pendidikan dan kesehatan. Tempo Impressario

    Tri Mumpuni menjadi pembicara inspiratif dalam acara Satu Indonesia Awards di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 17 Maret 2015. Penghargaan ini kembali dibuka untuk menjaring generas muda inspiratif di bidang lingkungan, teknologi, wirausaha, pendidikan dan kesehatan. Tempo Impressario

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Sudirman Said hari   ini melepas 120 patriot energi untuk mengabdikan diri ke wilayah terpencil di 39 provinsi di Indonesia. Menurut Menteri Sudirman Said, patriot energi yang dilepas hari ini merupakan batch kedua, setelah sebelumnya mereka telah mengirimkan sebanyak 80 pemuda patriot energi untuk di kirim ke 60 desa di pelosok Indonesia.

    “Mereka itu betul-betul pelopor dan mereka belum mempunyai bayangan di lapangan. Nantinya mereka tidak hanya mengidentifikasi pelosok namun menjadi mata dan telinga Kementerian ESDM,” ujar Sudirman Said di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan 18, Jakarta, Sabtu, 16 Juli 2016.

    Mereka yang telah berangkat pada feedback pertama menjadi gambaran bagi Kementerian ESDM untuk mempersiapkan patriot energi yang kedua. Karena itu  banyak dari mereka yang telah mengabdi pada batch pertama kembali bergabung pada batch kedua untuk terus melakukan pendampingan. Padahal di wilayah mereka akan ditempatkan benar-benar sulit, akses komunikasi terbatas karena sinyal belum menjangkau pelosok, bahkan untuk berpindah dari wilayah di wilayah lain mereka harus berjalan kaki karena alat transportasi yang belum memadai.

    Tenaga ahli Kementerian ESDM Tri Mumpuni mengatakan 120 sarjana terbaik itu telah melewati uji akademis dan fisik sebelum mereka ditempatkan. Dari sejumlah pemuda itu, akan ditempatkan di 105 desa, diantaranya sebanyak 26 orang di desa wilayah Sumatera, 24 anak di wilayah pelosok Kalimantan, 25 orang di pelosok Sulawesi, dan sisanya 30 orang akan ditempatkan di wilayah terpencil di Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

    “Mereka telah mengikuti pelatihan dua bulan, survival di gunung burangrang, tanpa membawa bekal mereka hidup mencari makan sendiri,” ujar Tri Mumpuni.

    Di tempat belajar survival itu para patriot  mendapatkan pelajaran tentang energi terbarukan, sehingga mereka memahami dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat di tempat mereka mengabdi. “Ada empat kompetensi yang diajarkan sebelum mereka ke lapangan, yakni pendidikan, perjuangan, berjuang di masyarakat, dan keikhlasan,” kata Tri Mumpuni.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.