Libur Panjang, Warga Diimbau Tak Bawa Mobil ke Bandara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, yang dipadatai calon penumpang yang akan berlibur akhir tahun, Sabtu, 20 Desember 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Suasana Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, yang dipadatai calon penumpang yang akan berlibur akhir tahun, Sabtu, 20 Desember 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II mengimbau warga yang akan bepergian lewat Bandara Soekarno-Hatta tidak membawa kendaraan pribadi. Kepadatan kendaraan tak jarang membuat kemacetan dan mengakibatkan penumpang ketinggalan pesawat.

    "Kalau sudah terlambat, kan, sayang. Sudah susah-susah merencanakan liburan, tapi ketinggalan pesawat. Sedangkan untuk dapat tiket lagi susah, karena rata-rata tiket sudah fully booked," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura (AP) II Agus Haryadi saat dihubungi Tempo, Kamis, 5 Mei 2016.

    Untuk itu, AP II meminta penumpang pesawat memilih menggunakan transportasi publik dari dan menuju bandara. Penggunaan transportasi publik, ucap Agus, akan mengurangi kepadatan lalu lintas.

    Baca: Libur Panjang, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Melonjak

    Hingga hari ini saja, ujar Agus, parkiran mobil di bandara sudah hampir memenuhi kapasitasnya. Apalagi di beberapa ruas jalan menuju bandara, ada penyempitan jalan karena ada pembangunan yang belum selesai. "Sejauh ini sih masih terkendali. Tapi kami tetap mengimbau tak perlu bawa kendaraan pribadi," tuturnya.

    Untuk mengatasi lonjakan penumpang ini, kata Agus, AP II sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait. Dengan pihak penyedia jasa transportasi Damri, misalnya, AP II sudah memintanya menyesuaikan diri.

    Bandara Soekarno-Hatta menyediakan 3.800 taksi reguler, sekitar 1.300 taksi eksekutif, 270 bus untuk tujuan bandara dari berbagai lokasi di Jabodetabek, 1.200 mobil sewa, 73 angkutan travel, serta 12 shuttle di kawasan bandara.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.